Sopir dan Kernet Truk Dirampok di Tol Jakarta-Cikampek
Pardi dan Sahdan, sopir dan kernet truk, mengaku diancam senjata tajam.
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ichwan Chasani
TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Sopir dan kernet truk bermuatan soda flek, dirampok di jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 18, Kampung Kalijambe, Desa Lambangsari, Tambun, Kabupaten Bekasi, Selasa (21/5/2013) dini hari.
Pardi dan Sahdan, sopir dan kernet truk, mengaku diancam senjata tajam. Pelaku mengikat tangan mereka menggunakan tali rafia, mata mereka juga ditutup lakban. Keduanya kemudian dibuang di KM 37 Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.
Setelah berhasil membebaskan diri, keduanya kemudian melapor ke aparat kepolisian terdekat. Karena lokasi awal kejadian di wilayah Tambun, kasus itu ditangani Polsekta Tambun.
Kepada penyidik Polsekta Tambun, Pardi menuturkan bahwa dia mengemudikan truk bermuatan soda flek dari PT Krakatau Duta Perkasa, Cilegon Banten, menuju PT Uni Plek, Kabupaten Karawang.
Setibanya di Kilometer 18, Pardi menghentikan laju kendaraan, untuk mengecek ban yang diduga kempis. Tiba-tiba muncul enam orang tak dikenal mendekati mereka.
"Kami langsung ditodong, tangan diikat, dan mata ditutup lakban. Setelah itu kami dimasukkan mobil dan dibuang di KM 37," ungkap Pardi.
Aparat Polsek Tambun segera melakukan olah TKP dan menyusuri Tol Jakarta-Cikampek. Truk bernomor polisi B 9003 UI yang dikemudikan Pardi, ditemukan di Kilometer 37. Namun, muatan truk seberat 20 ton sudah raib.
Kapolsek Tambun Kompol Andri Ananta menyatakan, pihaknya masih menyelidiki pengakuan korban.
"Pengakuan korban, mereka tidak sempat melihat kendaraan yang digunakan pelaku, karena mata mereka ditutup lakban," ucap Kapolsek.
Korban hanya menyebutkan bahwa kawanan perampok berjumlah tak kurang dari enam orang, sebagian membawa senjata tajam.
"Pelaku langsung membekap korban. Kami masih selidiki kasusnya," imbuh Andri. (*)