Rabu, 10 Juni 2026

Dengan 2 Sistem Pengendalian, Kuota BBM Tetap Jebol

Dengan memakai dua sistem pengawasan, Sistem Monitoring Pengendalian (SMP) dan Radio Frequency Identification,

Tayang:
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dengan memakai dua sistem pengawasan, Sistem Monitoring Pengendalian (SMP) dan Radio Frequency Identification, kuota BBM bersubsidi tetap akan jebol di akhir tahun 2013.

Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Someng menegaskan meski jebol dari yang dijatahi sebesar 46 juta kiloliter, tapi memperkecil penambahan kuota. Andy memprediksikan kuota jebol sebesar 1,72 juta kiloliter atau menjadi 47,72 juta kiloliter hingga akhir tahun.

"Jika ada SMP dengan mekanisme penyaluran kepada yang berhak hanya 47,72 kl," ujar Andy Noorsaman Someng, Kamis (23/5/2013).

Secara perhitungan bisnis, BPH Migas menargetkan kuota bisa tembus 48,87 kiloliter. Alasan BPH Migas menargetkan lebih besar karena mengingat masih banyak penyelundupan BBM bersubsidi di berbagai daerah.

Andy menambahkan, jika asumsi SMP ini sudah pasti digunakan, maka dalam merevisi kuota konsumsi untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tidak jauh dari asumsi 47,72 kiloliter

"Tidak jauh dari 47,72 kiloliter Ini berdasarkan hitungan kami jika mekanimse SMP BBM subsidi dengan Radio Frequency Identification (RFID) berjalan," jelas Andy.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved