Harina Pernah Dipelet Sampai Muntah Darah
Beberapa petugas wanita pun mencoba menenangkan Harina, dan akhirnya rekonstruksi kembali bisa dilanjutkan.
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto
TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Polresta Samarinda menggelar rekonstruksi kasus tewasnya MA yang awalnya diduga menjadi korban pengobatan spiritual. Rekonstruksi tersebut diperankan kedua tersangka yakni Harina, yang merupakan ibu korban, dan H Andi, sebagai tokoh spiritual dalam peristiwa tersebut.
Rekonstruksi yang digelar di aula Mapolresta Samarinda, Kamis (23/5/2013) ini sempat terhenti. Lantaran, Harina pingsan saat akan memerankan adegan ke tujuh. Sebelum pingsan, Harina sempat mengamuk dan menendang H Andi. Saat mengamuk tersebut, Harina menyebut H Andi sebagai orang berilmu hitam yang menewaskan anaknya.
"Dia (H Andi) pembunuhnya. Dia punya ilmu hitam. Aku pernah dipeletnya sampai muntah darah," teriak Harina sambil berupaya menendang H Andi.
Beberapa petugas wanita pun mencoba menenangkan Harina, dan akhirnya rekonstruksi kembali bisa dilanjutkan. Namun, menjelang adegan terakhir, Harina yang kala itu berperan tengah mengantar MA ke RS Haji Darjat kembali jatuh lemas.
Dalam rekonstruksi 12 adegan tersebut, terlihat MA tewas akibat tertusuk sendok, dan cekikan. Saat itu, Harina dibantu H Andi berupaya melepas jarinya dari gigitan MA menggunakan sendok. Malangnya, sendok yang sejatinya akan digunakan mencongkel mulut MA, justru ditusukkan keduanya hingga melukai tenggorokan bocah berusia empat tahun tersebut.
"Seperti ada dorongan yang dahsyat saat itu," kata Harina sambil mencontohkan saat ia dan H Andi memasukkan sendok ke mulut MA yang diperankan boneka.