KCJ: Tarif Progresif Lebih Adil
Tri Handoyo, Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), mengatakan tarif progresif yang akan diberlakukan pada
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tri Handoyo, Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), mengatakan tarif progresif yang akan diberlakukan pada 1 Juni mendatang lebih baik dan adil bagi penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) jarak dekat, Kamis (23/5/2013), di Jakarta.
Diketahui bahwa tarif progresif Kereta Rel Listrik (KRL) berdasarkan jumlah stasiun awal ke stasiun tujuan. Mekanismenya untuk lima stasiun pertama Rp 3.000 ribu dan tiga stasiun selanjutnya Rp 1.000 ribu. Sedangkan untuk tarif tertinggi tetap mengacu pada tarif untuk relasi terjauh yang ditetapkan 1 Oktober 2012 sebesar Rp 9.000 ribu.
"Keuntungnnya tarif akan adil, dulu dari Kota ke Cikini Rp 8 ribu, sekarang bisa Rp 3.000 atau Rp 4.000," ujar Tri kepada wartawan.
Tri mencontohkan jika penumpang telah membeli tiket dengan tujuan stasiun Kota - stasiun Manggarai sebesar Rp 4.000, tetapi ia turun stasiun Bogor, maka e-ticketing yang berupa kartu single trip tidak dapat diverifikasi atai tidak dapat masuk ketika di 'tap' di gate out.
"Petugas kami yang akan meng-handle ini. Penumpang akan membayar kekurangan tarif saja," jelas Tri.
PT KCJ telah memersiapkan perangkat dan sistem e-ticketing di seluruh stasiun di Jabodetabek. Persiapan tersebut telah mencapai 90 persen. Sedangkan uji coba penerapan sistem baru ini sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu di jalur Jakarta - Depok, Duri - Tangerang, dan lintas Jakarta.
"Setiap hari ada 10 ribu kartu (uji coba) dan terus akan kami tingkatkan setiap hari sampai maksimal."
Terkait dengan layanan KRL Jabodetabek yang sering dikeluhkan masyarakat, seperti air conditioner (AC) sering mati, pihak PT KAI dan PT KCJ akan terus memerbaikinya. Seperti pembangunan empat gardu. Dua di lintas Bogor dan dua lagi di lintas Bekasi. Sehingga listrik akan jauh lebih stabil dan perangkat AC bertahan lama.
"Dengan sistem ini, semua pengguna KRL akan menggunakan kartu untuk, baik masyarakat maupun karyawan PT KAI, PT KCJ, jadi tidak ada satu orang pun yang bisa masuk tanpa kartu. Tidak ada perbedaan lagi," tambah Tri.