Nama Bandara Sepinggan Tidak akan Diganti
Bandara Internasional Sepinggan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, belum tentu bisa dengan mudah diganti namanya
TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Bandara Internasional Sepinggan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, belum tentu bisa dengan mudah diganti namanya menjadi Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Nama Sepinggan sudah dikenal luas dan pergantian nama itu pun tidak dirasa penting.
"Sejak usulan pergantian nama bandara dilontarkan gubernur awal Februari lalu, hingga sekarang tidak ada pembahasan lebih lanjut di tingkat pusat," ujar Asniar dari bagian Humas PT Angkasa Pura I Bandara Sepinggan, Kamis (23/5/2013), di Balikpapan.
Sepinggan sudah dikenal oleh masyarakat, wisatawan asing, hingga maskapai luar negeri. Sepinggan adalah nama kelurahan di lokasi bandara. Kebanyakan nama bandara yang diganti karena lokasi bandaranya dipindah. "Namun di Sepinggan, bandaranya tidak dipindah, jadi sebetulnya tidak perlu diganti namanya," kata Asniar.
Bagi sebagian warga, penggantian nama bandara dirasa tidak penting dan berlebihan. Bonifasius W Baskoro (34), warga Pondok Karya Agung, Balikpapan, misalnya, menyebut nama Sepinggan mudah diingat dan bagus. Sepinggan juga satu-satunya bandara di Indonesia yang memakai nama kelurahan. "Ganti nama tidak penting, dan juga butuh biaya," kata Baskoro.
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, saat acara topping-off Bandara Sepinggan, awal Februari lalu, melontarkan pergantian nama bandara. Pemrov Kaltim sudah mengusulkan penggantian nama itu ke Kementerian Perhubungan.
Awang menyebut, sudah saatnya nama bandara diganti. Penggantian nama bandara ini awalnya diusulkan oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, H Aji Muhammad Solehuddin II.(Lukas Adi Prasetya/Kompas.com)