Harga Saham Bakal Melemah Lagi Hari Ini
Sepanjang perdagangan kemarin (23/05/2013), pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh level
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Sepanjang perdagangan kemarin (23/05/2013), pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh level 5.209,14, level tertingginya, dan menyentuh level 5.089,93, level terendahnya, dan berakhir di level 5.121,40 turun 86,5 poin atau 1,66 persen.
Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Purwoko Sartono, Research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk mengatakan, pelemahan IHSG didorong oleh tekanan jual dari bursa regional merespon data manufaktur China yang melemah serta menguatnya Yen.
Nikkei dan Hangseng tercatat membukukan penurunan cukup dalam. Selain berita dari Asia, pasar juga bereaksi negatif atas pernyataan The Fed yang akan mengurangi program stimulus mereka terutama jika pasar tenaga kerja terus membaik.
Untuk hari ini, Jumat (24/5/2013) ia memperkirakan tekanan jual akan mulai berkurang meski indeks masih dibayangi oleh potensi koreksi lanjutan. Investor dalam negeri juga masih wait and see terkait dampak kebijakan BBM bersubsidi yang akan diputuskan awal bulan nanti. Kisaran support-resistance 5.079-5.150.
Reza Priyambada, Analis Trust Securitas, juga melihat banyaknya sentimen negatif membuat pelaku pasar memanfaatkannya untuk profit taking.
Apalagi dengan posisi IHSG yang memang sudah overbought maka akan sangat rentan untuk terkoreksi apabila ada sedikit saja kabar negatif. "Masalahnya ialah sentimen kali ini memang cukup banyak menghadang laju penguatan IHSG," katanya.
Sentimen negatif dimulai dari penutupan bursa saham AS setelah merespon negatif hasil pertemuan FOMC, naiknya yield obligasi Jepang yang berimbas pada apresiasi yen, dan rilis awal indeks manufaktur China yang diperkirakan akan terkontraksi.
Indeks saham Asia kompak negatif setelah merespon hasil FOMC meeting tersebut, kenaikan nilai tukar yen;
dan adanya rilis awal akan melemahnya indeks manufaktur China.
Saham-saham industri dasar dan konsumer memimpin pelemahan namun, saham-saham teknologi dan bahan baku makanan mengalami kenaikan. Pelaku pasar memanfaatkan pelemahan tersebut untuk profit taking setelah mayoritas indeks
saham di Asia terus mengalami reli sebelumnya.
Ia memperkirakan pada perdagangan Jumat (23/5/2013) diperkirakan IHSG akan berada pada support 5065-5108 dan resistance 5.207-5.216.
Teknisnya berpola menyerupai three inside down di bawah upper bollinger bands (UBB). MACD cenderung turun dengan histogram positif yang lebih pendek. RSI, William's %R, dan Stochastic cenderung turun setelah gagal mencoba dekati area overbought.
"Setelah kemarin berhasil melewati target resisten, kali ini IHSG juga berhasil melewati target support kami (5.145). Keberhasilan tersebut justru membawa IHSG berada di bawah area overbought sehingga memudahkan IHSG untuk bergerak konsolidasi berikutnya," ujarnya.
Diharapkan pelemahan bisa terbatas karena ini hanya berupa imbas dari luar. Lagipula, meski secara total tercatat nett sell namun, asing juga masih mengakumulasi di harga bawah sejumlah saham sehingga tidak perlu panik berlebihan," kata Reza.