Penangkapan Terduga Teroris
Kelompok Mampang Masih Amatiran
Kelompok terduga teroris Mampang yang berencana melakukan teror terhadap Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Kelompok terduga teroris Mampang yang berencana melakukan teror terhadap Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta disebut masih merupakan kelompok amatiran.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan bahwa kelompok yang dipimpin Sigit Indrajit ini merupakan kelompok baru. "Kelompok ini baru, mereka baru belajar membuat bom," ucap Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2013).
Dijelaskan Boy, kelompok teroris Mampang layaknya kelompok Pepi Fernando Cs yang terkenal dengan bom bukunya. Kelompok Sigit Indrajit Cs ini berbeda dari kelompok lainnya.
"Sekarang ini mereka merupakan kelompok tersendiri. Belum ada keterkaitan mereka pada kelompok lain. Tapi keinginan mereka membuat bom rakitan dikaitakan pada perencaanan yang mengarah pada perbuatan teror," terang Boy.
Layaknya Pepi Fernando, kelompok Sigit pun belajar membuat bom dari dunia maya. Mereka tidak mempunyai pelatih khusus dalam merakit bom pipa. "Mereka belajar dari dunia maya, otodidak," ucapnya.
Sebelumnya Densus 88 Antiteror Polri menangkap Seva Riano alias Asep dan Achmad Taufiq alias Ovie, Kamis (2/5/2013) di Jalan Jendral Sudirman tepatnya di perempatan jalan menuju Bendungan Hilir. Setelah dikembangkan Densus 88 menemukan sejumlah barang bukti di sebuah rumah di Jalan Bangka, Mampang, Jakarta Selatan.
Kemudian, tim berlambang burung hantu tersebut bergerak ke Pamulang, Tangerang Selatan untuk memburu Sigit Indrajit. Tetapi sang buruan berhasil melarikan diri sebelum Densus 88 datang pada Jumat (3/5/2013) dini hari.
Setelah itu, ditangkaplah Sigit di Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (22/5/2013) malam sekitar pukul 20.30 WIB ketika buronan tersebut turun dari kapal yang mengantarnya dari Sumatera. Kemudian aparat kembali bergerak ke Tangerang dan menangkap Rohadi beserta mengamankan sejumlah barang bukti bahan peledak, Kamis (23/5/2013).