Sentimen Kuat Berasal AS-China
Bursa global termasuk dalam negeri sedang bergerak fluktuatif cukup tinggi.
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness
TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Bursa global termasuk dalam negeri sedang bergerak fluktuatif cukup tinggi. Hal ini dipicu oleh beberapa sentimen cukup kuat yang berpengaruh terhadap ekonomi negara advance economy serta dapat berdampak pada negara-negara lainnya.
Sentimen kuat tertuju dari AS terkait dengan antisipasi investor terhadap ketidakpastian monetary policy dari the Fed dalam melanjutkan pemberian stimulus dengan membeli bonds di negara Paman Sam tersebut. Karena ada indikasi dari pembuat keputusan di Fed menginginkan penghentian stimulus yang sudah berlangsung lama dan menganggap ekonomi sudah berada pada jalur pemulihan.
Namun yang terjadi ada indikasi pula bahwa Fed akan menunggu adanya perbaikan ekonomi yang signifikan terutama dari tenaga kerja yang saat ini masih dianggap belum sepenuhnya pulih sehingga masih memerlukan stimulus. Dari kedua indikasi tersebut membuat pelaku pasar berhati-hati dan cenderung akan wait and see apapun keputusan yang akan dibuat.
Jika stimulus dihentikan dalam waktu dekat tentunya akan berpengaruh negatif ke pasar saham, mengingat pelaku pasar menganggap stimulus masih diperlukan untuk di negara AS. Sedangkan beralih ke negara China, sentimen negatif pada akhir pekan lalu terutama dari data PMI Manufacturing yang di luar ekpektasi mengalami penurunan bahkan dibawah 50.
Level kurang dari 50 merupakan sinyal adanya kontraksi di sektor manufaktur, sehingga hal direspon berlebih ke pasar saham global pada akhir pekan lalu.
"Kami pikir kedua sentimen ini masih akan menjadi motor utama pergerakan IHSG yang berasal dari eksternal untuk pekan depan," ujar Nurul Uyun, Branch Manager BCI Pontianak.
Sementara untuk data ekonomi yang akan dirilis pekan depan baik dari US, Euro maupun Asia relative sepi namun data yang ditunggu adalah data pertumbuhan GDP QoQ Annualized di AS pada Kamis mendatang yang diperkirakan akan adanya pertumbuhan sebesar 2,5 persen, tapi tidak akan banyak mempengaruhi pasar.
Dari dalam negeri, investor sebenarnya masih menunggu kebijakan dari pemerintah mengenai pencabutan subsidi BBM yang akan berimbas pada kenaikan inflasi. Namun kami melihat sentimen tersebut akan sedikit diabaikan investor mengingat sentimen eksternal yang telah disebutkan justru berpengaruh besar terhadap perdagangan IHSG pekan depan.
Dengan demikian semua kondisi tersebut akan membawa pergerakan IHSG cenderung bergerak terbatas dengan perkiraan perdagangan pada level 5050- 5200. Saham pilihan, di antaranya UNTR, HRUM, AALI, ADMF, ASII, BJTM dan BUMI.