Selasa, 9 Juni 2026

Disiksa Majikan, Dua PRT di Medan Kabur

Dua orang Pembantu Rumah Tangga (PRT) masing-masing asal Ngajuk, Jawa Timur dan Kupang, Nusa Tenggara Timur

Tayang:
Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Tribun Medan, Irfan Azmi Silalahi

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -- Dua orang Pembantu Rumah Tangga (PRT) masing-masing asal Ngajuk, Jawa Timur dan Kupang, Nusa Tenggara Timur, akhirnya melarikan diri karena tidak tahan disiksa majikannya di Medan. Dari penuturan keduanya, setelah berjalan kaki sepanjang 6 km, keduanya akhirnya diselamatkan warga yang kemudian membawanya keduanya Polresta Medan.

Adalah Fitrianingsih (19) asal Dusun Kedu, Desa Kebun Agung, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dan Sipora Sanam (23), warga Desa Niunbaun, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Keduanya melarikan diri dari rumah majikannya pasangan Is dan Net yang mereka akui beralamat Jalan Jose Rizal, Medan.

Di Polresta Medan, Sabtu (25/5), Fitrianingsih, mengaku sudah bekerja pada keluarga itu selama 15 bulan. Sementara Sipora, sudah menjalani masa kerja 10 bulan. Keduanya pun mengaku, bekerja dengan jangka waktu tadi belum pernah mendapatkan gaji. "Janjinya Rp 1 juta sebulan," jelas Fitrianingsih.

Bukan hanya tak digaji, keduanya juga kerap disiksa Net, sang istri. Saat melarikan diri kepala Firtianingsih dalam keadaan terluka. "Kami dipukul kalau salah susun barang, ditelanjangi kalau terlambat bangun. Pelaku istrinya, kalau suaminya baik. Kalau makan hanya dua kali. Kalau makan nunggu habis kerja dulu baru diberi makan. Waktu makan hanya sore dan malam. Sarapan pagi tidak pernah," ungkapnya keduanya lirih.

Kedua berhasil melarikan diri ketika  rumah sang majikan kosong, Jumat (24/5/2013) petang, sekira pukul 15.00 WIB. Mereka menemukan kunci rumah sehingga berhasil membuka pintu. Setelah berhasil melarikan diri, keduanya membawa plastik berisikan kain panjang. Kemudian mereka berjalan kaki tanpa tujuan hingga sekitar pintu tol Belmera, Bandar Selamat, yang berjarak sekira 6 km dari Jalan Jose Rizal.

Beruntung, warga yang melihat keduanya dekay pintu tol lantas membawa mereka ke ruang pers Polresta Medan. Setelah menginap semalam di ruang pers dan dibantu para wartawan, mereka pun membuat pengaduan ke Polresta Medan.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved