Bupati Sering Keluar Daerah, Nunukan Tanpa Nahkoda
Kebiasaan Bupati Nunukan, Basri yang lebih sering berada di luar daerah ketimbang di Nunukan mulai menuai kritik.
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Kebiasaan Bupati Nunukan, Basri yang lebih sering berada di luar daerah ketimbang di Nunukan mulai menuai kritik.
Sekretaris Jenderal Barisan Anak Bangsa (BAB) Nunukan Imral Gusti menilai, ketika Bupati tidak berada di tempat dalam waktu yang begitu lama, tentu akan sangat berpengaruh terhadap jalannya pemerintahan di daerah ini.
"Ibaratnya sebuah kapal yang berlayar tanpa nahkoda. Ketika nahkodanya tidak ada, kapal itiu tidak jelas arahnya kemana? Begitu juga dengan sistem pemerintahan di Kabupaten Nunukan" ujar mantan aktivis mahasiswa yang ikut menumbangkan rezim Presiden Soeharto ini.
Menurutnya, ketika ada sebuah persoalan yang dianggap memerlukan kebijakan dari kepala daerah, sementara yang bersangkutan tidak berada di tempat, tentu kebijakan dimaksud tidak bisa berjalan dengan sempurna. Ia malah mempertanyakan, apakah mungkin Bupati bisa memahami kondisi masyarakat di daerah ketika yang bersangkutan lebih banyak berada di luar daerah?
"Contoh mendasar ketika masyarakat mengeluh masalah kelangkaan BBM di Nunukan. Inikan hal-hal yang sederhana tetapi sangat mendasar oleh masyarakat," ujarnya.
Ketika masalah BBM disoal masyarakat, yang terjadi kebijakan ada pada Bupati.
"Ketika Bupati tidak ada di daerah, tidak ada di kantor, bagaimana yang lain bisa mengambil kebijakan yang tepat untuk persoalan masyarakat? Nah pertanyaan tadi itulah gambarannya," ujarnya.
Daerah membutuhkan orang yang bisa menjalankan roda pemerintahan. Diperlukan manajemen yang baik untuk itu.
"Ketika pemimpinnya yang tidak ada, bagaimana kita bisa berharap bahwa proses pembangunan, proses pelayanan publik proses pengawalan bisa berjalan? Ini kan tidak berjalan! Hubungannya, dampaknya ada pada masyarakat karena birokrasinya itu mandeg," ujarnya.
Bupati Nunukan sejak Februari 2013 sudah jarang berada di Nunukan. Ia mengikuti Forum Konsolidasi Pimpinan Pemerintahan Daerah Angkatan ke-7 Tahun 2013 di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) sejak Februari hingga April.
Sepulangnya dari acara itu, Basri nyaris hanya ada di Nunukan pada Senin hingga Rabu setiap pekannya. Selebihnya dihabiskan di Jakarta.
23 Mei 2013 setelah melantik tiga pejabat eselon II, Basri kembali berangkat ke Jakarta mengikuti pendidikan dan latihan yang digelar Kementerian Dalam Negeri.