Liga Super Indonesia
PBR vs Arema 1-1: Jalannya Pertandingan
PBR langsung memberikan tekanan ke pertahanan tim Singo Edan ketika pertandingan babak pertama dimulai.
TRIBUNNEWS.COM, SOREANG - Pelita Bandung Raya kembali membuktikan sebagai tim yang mampu merepotkan tim-tim besar. Hal itu kembali terbukti saat tim asal Kota Kembang ini menahan imbang tim kuat di Liga Super Indonesia (ISL), Arema Cronous dengan skor 1-1 langsung di Stadion Si Jalak Harupat Selasa (18/6) sore.
Dalam laga yang dihadiri Julia Perez, kekasih striker PBR Gaston Castano, tim The Boys are Back tampil cukup trengginas meski masih dibayang-bayangi kelelahan dan trauma cedera para pemainnya.
PBR langsung memberikan tekanan ke pertahanan tim Singo Edan ketika pertandingan babak pertama dimulai. Menghadapi tekanan itu, para pemain Arema sempat terlihat gugup. Namun berkat pengalaman para pemainnya, beberapa menit kemudian, mereka dapat keluar dari tekanan dan langsung mengimbangi permainan menyerang PBR.
Jual beli serangan pun terjadi kemudian. Kedua tim saling melakukan tekanan. Namun tekanan berarti kedua tim baru terjadi di menit 23. Dalam sebuah serangan, PBR mampu memanfaatkan kemelut di depan gawang Arema. Bola liar yang berada di depan gawang Kurnia Meiga berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Marwan Sayedeh menjadi gol keunggulan PBR 1-0.
Sayang keunggulan tersebut tak satu menit pun bertahan. Dalam sebuah serangan di menit yang sama, pemain tengah Arema Dedi Kusnandar melakukan shooting ke gawang PBR yang kali ini dijaga Edi Kurnia. Edi bermaksud metangkap bola tersebut, namun sayang karena emantul salah seorang pemain PBR, arah bola berbelok ke mulut gawang yang kosong. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Di babak kedua, kedua pelatih mencoba mencairkan permainan dengan melakukan beberapa perubahan strategi permainan. Namun pertahanan kedua tim yang sama-sama kuat tak mampu merubah kedudukan yang hingga pertandingan berakhir tetap tak berubah 1-1. Hal ini membuat kedua ti harus sama-sama puas berbagai angka satu.
Usai pertandingan, Pelatih PBR Daniel Darkop Janackovic mengaku puas bisa meraih hasil imbang. Satu poin yang diraihnya saat ini sangat penting bagi timnya mengingat lawan yang dihadapi adalah tim kuat.
"Saya puas dengan hasil akhir yang membuat kedua tim berbagi satu poin. Tapi saya senang bahwa PBR bisa membuktikan bisa merepotkan tim-tim besar seperti Persipura, Persib dan Arema," kata Darko.
Darko menilai, faktor kelelahan membuat para pemainnya kurang bermain lepas dalam pertandingan kali ini. "Hal ini ditambah trauma cedera beberapa pemain dan jadwal kompetisi yang padat yang membuat pemain kelelahan," ujarnya.
Di kubu Arema, Pelatih Rahmad Darmawan mengakui penampilan timnya kali ini berada di bawah perfora sesungguhnya. Selain bermain dengan tempo lambat, Rahmad mengakui bahwa serangan PBR di awal-awal babak pertama sempat membuat timnya gugup.
"PBR sempat merepotkan kami, kami sempat tertinggal namun bisa enyamakan kedudukan. Apapun hasilnya, saya syukuri hasil pertandingan hari ini," katanya.
Meski hanya satu poin, Rahmad mengaku bahwa dirinya masih merasa optimistis timnya masih bisa berbicara di klasemen atas sementara.
"Saya selalu optimistis kami bisa bertahan dan memaintenance posisi atas. Mungkin wartawan meragukan, tapi saya optimistis," katanya.
Dengan hasil imbang tersebut, PBR kini meraih poin sebanyak 25 dan bertengger di posisi 14 klasemen ISL. Sementara laju poin Arema tersendat menjadi 50 namun asih tetap berada di posisi dua. (set/tribun jabar)