Selasa, 9 Juni 2026

Kenaikan Harga BBM

Polisi Dituding Adu Domba Mahasiswa dengan Preman

Polisi dituding mengadu domba mahasiswa dengan preman, untuk menciptakan kondisi kacau di Makassar.

Tayang:

Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Azis

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Massa yang menyerang mahasiswa saat berunjuk rasa di depan Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) Gunung Sari dan Kampus Unismuh, Makassar, Selasa (17/6/13), ditengarai dibayar.

Polisi dituding mengadu domba mahasiswa dengan preman, untuk menciptakan kondisi kacau di Makassar.

Demikian uneg-uneg yang disampaikan para pembantu rektor di Kota Makassar, saat mengadakan pertemuan dengan Kapolda Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Polisi Burhanuddin Andi, di Mapolda Sulsel, Selasa (18/6/13).

Pembantu Rektor III UIN Alauddin Muhammad Natsir mengatakan, orang-orang yang menyerang mahasiswa di depan Kampus I UIN Alauddin adalah preman bayaran.

“Mereka menyerang mahasiswa, membakar motor, dan merusak ATM di depan kampus,” ujarnya.

Sementara, PR III Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Heri Tahir menilai, bentrokan antara mahasiswa UNM dengan warga di depan kampus, sudah disusupi preman. UNM juga menyesalkan banyaknya fasilitas kampus yang rusak akibat bentrokan.

"Demo di depan UNM Gunungsari disusupi preman. Ini terbukti dari sekian banyak yang ditangkap polisi, hanya ada beberapa orang yang mengaku mahasiswa UNM. Salah satu yang ditangkap bahkan merupakan warga Jalan Landak Baru," ungkapnya.

Penilaian lain diungkapkan mantan Ketua Umum PBHI Syamsuddin Radjab. Ia mengatakan, bentrokan antara mahasiswa dan warga adalah bentuk adu domba dari aparat dan penguasa.

"Penolakan kenaikan harga BBM yang dilakukan mahasiswa, tentu ada rasionalisasinya dan nalarnya, argumentasinya pun ada. Tapi, tudingan bahwa aksi mahasiswa mengganggu masyarakat bahkan masyarakat melawan aksi mahasiswa, pasti merupakan opini sesat dan rekayasa aparat dan penguasa," paparnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Tags
Makassar
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved