Protes massal di Brasil berlanjut
Ribuan rakyat Brasil masih terus berunjuk rasa menolak kenaikan harga, korupsi dan pemerintahan yang buruk.
Ribuan rakyat Brasil masih terus memprotes kenaikan harga, korupsi dan pemerintahan yang buruk.
Di kota terbesar Brasil, Sao Paulo, terjadi bentrokan di luar kantor walikota dan gas air mata pun ditembakkan.
Demonstrasi ini dipicu oleh kenaikan harga bus dan kereta bawah tanah sebesar 10 sen, tapi koresponden BBC mengatakan kemarahan semakin meluas seiring semakin banyaknya jumlah demonstran.
Sebelumnya, Presiden Brasil Dilma Rousseff memuji massa karena berunjuk rasa dengan tertib dan ia mengatakan pemerintahannya akan mendengarkan tuntutan mereka untuk pendidikan, sekolah dan transportasi yang lebih baik.
"Pemerintah saya mendengarkan suara-suara yang menginginkan perubahan," kata Rousseff dalam komentar pertamanya sejak protes dimulai Senin malam.
"Brasil telah menjadi negara yang lebih kuat," tambahnya. "Sangat menyenangkan melihat begitu banyak orang, anak muda dan dewasa, kakek, ayah dan cucu, bersama-sama mengibarkan bendera Brasil, menyanyikan lagu kebangsaan kita dan berjuang untuk negara yang lebih baik."
Ia mengatakan pemerintah telah mengangkat "40 juta orang ke kelas menengah" tapi masih banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan akses kesehatan dan pendidikan gratis.