Selasa, 9 Juni 2026

Gaji PNPM Tak Dibayar, Kepala Bappemas Jatim Bungkam

Padahal kami sudah tidak punya apa-apa lagi. Uang tabungan sudah habis

Tayang:

Laporan Wartawan Surya, Mujib Anwar

TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bappemas) Jatim memilih bungkam, menyikapi tak dibayarnya gaji fasilitator Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan selama tiga bulan, mulai Maret, April, dan Mei.

Kepala Bapemas Jatim Zarkasi tak mau menjawab konfirmasi Surya (Tribunnews.com Network), Kamis (20/6/20103) siang.

Beberapa kali telponnya dihubungi, terdengar nada sambung, tapi Zarkasi yang juga mantan Kepala Inspektorat Jatim ini memilih membiarkannya.

Sebelumnya, ratusan orang fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan di Jatim resah. Pasalnya, gaji mereka selama tiga bulan tidak dibayar oleh pemerintah.

Sumber Surya(Tribunnews.com Network) mengatakan, gaji fasilitator PNPM Mandiri Pedesaan di Jatim yang belum dibayar adalah mulai Maret, April, dan Mei.

Setiap bulan, besar gaji ditambah dana operasional berkisar antara Rp 3,8 juta sampai sekitar Rp 10 juta. Bergantung grade dan jabatan atau tugas yang diemban oleh si fasilitator.

Karena sudah berbulan-bulan gaji tidak dibayarkan, hampir semua fasilitator PNPM Mandiri mengeluh dan stress.

Mereka selalu dituntut menjalankan tugas untuk mengawasi proyek PNPM dan pemberdayaan masyarakat yang ada pelosok desa, tapi disisi lain pemerintah tidak mau membayar gaji mereka.

“Padahal kami sudah tidak punya apa-apa lagi. Uang tabungan sudah habis, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari harus ngutang sana-sini,” ujar salah satu fasilitator PNPM Mandiri Pedesaan, kepada Surya (Tribunnews.com Network), Kamis (20/6/2013).

Karena uang tabungan sudah habis, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, banyak diantara fasilitator PNPM Mandiri Pedesaan yang memilih menggadaikan sepeda motor dan barang berharga yang dimiliki.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved