Selasa, 9 Juni 2026

Perampok Tembak Pengawas SPBU, Rampas Uang Rp 24 Juta

"Korban ingat nomor polisi motor pelaku adalah AG 2901 CA," kata Kepala Polres Tulungagung, AKBP Whisnu Hermawan

Tayang:

Laporan Wartawan Surya,Yuli Ahmada

TRIBUNNEWS.COM,TULUNGAGUNG - Perampok bersenjata api menembak paha kiri Indra Hudi Wicaksono (36),  pengawas SPBU Lembu Peteng, Tulungagung, Kamis (20/6/2013).

Indra sudah mencoba kabur saat seorang dari dua perampok bermotor Honda Mega Pro warna hitam mendekatinya dan memberikan tembakan peringatan.

Namun, upaya Indra yang naik Suzuki Crystal AG 3541 TO itu sia-sia karena laju motor perampok lebih kencang.

Kedua perampok lantas menghadang dan menembakkan sebutir peluru ke paha korban, kemudian merampas tas berisi uang tunai Rp 24 juta.

"Korban ingat nomor polisi motor pelaku adalah AG 2901 CA," kata Kepala Polres Tulungagung, AKBP Whisnu Hermawan Februanto, melalui Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat, AKP Hartaya.

Polisi masih mengecek keaslian nomor polisi pada motor perampok nekad tersebut.

Menurut dia, uang Rp 24 juta itu merupakan hasil penjualan bahan bakar minyak (BBM) yang akan disetor korban kepada juragannya, Bambang Purwito, warga Jl Kiai Mojo 17, Kelurahan Karangwaru, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung.

Akibat penembakan di pahanya, Indra kini masih di rawat di sebuah rumah sakit yang dirahasiakan demi kesehatannya sekaligus menjaganya dari berbagai kemungkinan lebih buruk.

"Tim dokter berusaha memulihkan kesehatannya dulu sebelum operasi pengambilan proyektil peluru di pahanya," katanya.

Hartaya menyebutkan, perampokan ini terjadi sekitar pukul 07.30 di depan Toko Oxygen,  Jl Dr Soetomo gang VII.

Sebelumnya, Indra mengambil uang hasil penjualan BBM dari SPBU Lembu Peteng. Ia bergegas hendak ke rumah bosnya untuk setor uang Rp 24 juta.

Seperti biasanya, dia membawa uang tunai sebanyak itu sendirian, dan naik motor.

Jarak antara lokasi SPBU dengan rumah bosanya tidak terlalu jauh. Namun, sebelum sampai tujuan, dia merasa dibuntuti dua orang berboncengan sepeda motor.

Saat itulah, dia segera menambah laju motornya agar cepat sampai rumah bosnya.

Namun, kedua orang, yang menurut keterangannya kepada polisi, memakai helm teropong itu, malah mengejarnya dan menyuruhnya berhenti hingga menembak dan merampas tasnya.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved