Asian Para Games 2018

Donald Santoso CS Dapat Sambutan Bak Juara Meski Kalah Telak 17-117 dari Iran

Sambutan meriah bak juara itu tak disangka sama sekali, juga melebihi ekspektasi para pemain, khususnya para-atlet Indonesia.

Donald Santoso CS Dapat Sambutan Bak Juara Meski Kalah Telak 17-117 dari Iran
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Timnas Wheelchair Basketball Putra Indonesia mendapat sambutan meriah dari para penonton di Basket Hall Kompleks Gelora Bung Karno. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kalah telak dari Iran 117-17 pada laga perdana grup B di Asian Para Games 2018, Timnas Wheelchair Basketball Putra tetap disambut bak juara oleh para penonton yang datang.

Apalagi saat itu, Basket Hall yang berada di dekat pintu 11 Kompleks Gelora Bung Karno nyaris penuh dipadati para penonton.

Hal itu tak disangka sama sekali, juga melebihi ekspektasi para pemain, khususnya para-atlet Indonesia.

"Tidak mengira, betul, teman-teman dibelakang bilang kita serasa juara, support dari penonton cukup tinggi," ungkap Pelatih Wheelchair Basketball Indonesia Fajar Brilianto usai pertandingan, Minggu (7/10/2018).

Selaku pelatih, Fajar mengucapkan rasa terima kasihnya untuk para suporter yang rela hadir menyaksikan tim merah putih bertanding.

Dia juga berterima kasih kepada mereka yang telah berdoa dan mendukung Donald Santoso dan kawan-kawan agar bisa mendapatkan hasil terbaik.

Dukungan dan doa itu Fajar ungkap menjadi energi tambahan bagi anak asuhnya saat bermain di lapangan.

"Jadi saya sangat berterima kasih support dari temen suporter mendoakan kita, mendukung kita disini, itu menjadi energi yang lebih buat kita," ujar dia.

Pada laga perdananya, tim garuda harus mengakui keunggulan Iran di setiap quarternya. Yakni 38-4, 18-7, 29-2, 32-4 dengan skor akhir 117-17.

Kendati kalah, perjuangan gigih pantang menyerah dengan energi luar biasa yang dipertontonkan Paralympian Indonesia seakan mengaburkan penglihatan pemain maupun penonton dari hitung-hitungan angka yang terpampang di papan skor.

Mereka silih berganti meneriakan "Indonesia, Indonesia, Indonesia" dibarengi suara gemuruh dari balon stik yang ditepuk.

Suasana solidaritas yang kental pun begitu terasa saat mereka, baik lawan maupun kawan tak sungkan membantu satu sama lain.

Sebagai contoh, bila ada seorang pemain yang terjungkal dengan kursi roda terbalik ke bagian depan ataupun samping, pemain lainnya secara sadar langsung menghampiri untuk memberi tumpuan untuk bangkit.

Melihat hal itu dipertontonkan diatas lapangan, seisi Basket Hall menyambutnya dengan bertepuk tangan. 

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved