Asian Para Games 2018

Leani Ratri Oktila Tembus Final Tunggal Putri Para-Bulutangkis Asian Para Games 2018

Leani melangkah ke partai puncak setelah memenangi 'perang saudara' melawan Khalimatus Sadiyah.

Leani Ratri Oktila Tembus Final Tunggal Putri Para-Bulutangkis Asian Para Games 2018
TribunWow.com/Claudia Noventa
Leani Ratri Oktila saat mengikuti pemusatan latihan Asian Para Games 2018 di GOR Sritex, Solo, Rabu (19/10/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil tunggal putri Indonesia Leani Ratri Oktila menembus final para bulu tangkis Asian Para Games 2018, Kamis (11/10/2018).

Leani melangkah ke partai puncak setelah memenangi 'perang saudara' melawan Khalimatus Sadiyah.

Bertanding di Istora Senayan, Jakarta, Leani tanpa kesulitan meraih kemenangan dari rekan sesama pelatnas NPC (Komite Paralimpiade Nasional).

Ia meraih kemenangan dua game langsung 21-7 dan 21-8 dari Khalimatus di klasifikasi tunggal putri SL 4.

Leani yang menjadi unggulan pertama akan bertemu Hefang Cheng di final, Jumat 12 Oktober.

Laga ini menjadi final ideal karena wakil China tersebut merupakan unggulan kedua, dan melaju ke final usai mengalahkan rekan senegaranya Ma Huihui 21-9 dan 21-11.

Namun, manajer para bulu tangkis Indonesia Sapta Kunta Purnama menilai persaingan di tunggal putri masih merata. Baik Leani dan Hefang dinilainya memiliki kualitas permainan yang sama kuat.

"Peluangnya di final masih 50-50, karena keduanya punya kelebihan masing-masing," kata Sapta saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta.

Sementara itu, unggulan pertama Indonesia di tunggal putra, Ukun Rukaendi juga meraih kemenangan hari ini.

Ia mengalahkan wakil Korea Selatan Joo Dong Jae 21-10 dan 21-16 demi mengamankan tiket semifinal kategori LS3.

Pebulu tangkis 48 tahun itu selanjutnya akan menghadapi Manoj Sarkar asal India. Manoj melaju ke semifinal setelah mengalahkan wakil Indonesia lainnya Maman Nurjaman dengan pertarungan tiga game 19-21, 21-17, 21-18.

"Pak Ukun peluangnya masih 50-50 juga, karena lawan-lawannya yang masuk semifinal juga kualitasnya sama. Tapi yang ini yang lawan di semifinal termasuk yang tidak disenangi pak Ukun karakter permainannya," terang Sapta.

Berbeda dengan nomor tunggal, menurut Sapta peluang juara di ganda campuran cukup besar. Meski wakil Indonesia Hikmat Ramdhani/Khalimatus Sadiyah (kategori SL3-SU5) baru menapaki semifinal usai menumbangkan pasangan Thailand Chok Uthailuk Watcharapon/Henpraiwan Darunee dengan 21-18 dan 21-6.

"Mereka ini baru ketemu dua-duanya di semifinal. Tapi peluang di ganda campuran peluangnya cukup tinggi (untuk meraih juara)," tutup Sapta.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved