Asian Para Games 2018

Sempat Unggul Beberapa Meter di Depan, Indonesia Harus Puas Dengan Raihan Perunggu

Kontingen Para-Swimming Indonesia yang tergabung dalam nomor Medley Relay (gaya ganti) 4x100 meter putra hanya mampu catatkan waktu tercepat ketiga (p

Sempat Unggul Beberapa Meter di Depan, Indonesia Harus Puas Dengan Raihan Perunggu
henry lopulalan/stf
ASEAN PARAGAME - Atlet peraih emas terbanyak dalam ASEAN Paragames 2017 yang merupakan atlet renang Jendi Pangabean (kiri) melakukan "dub" diperhatikan rekannya Guntur usai bertemu presiden di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/10). Dalam kesempatan tersebut Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih para atlet yang telah membawa Indonesia menjadi juara umum dalam ASEAN Paragames 2017 di Malaysia. Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kontingen Para-Swimming Indonesia yang tergabung dalam nomor Medley Relay (gaya ganti) 4x100 meter putra Asian Para Games 2018 hanya mampu catatkan waktu tercepat ketiga (perunggu) setelah disusul atlet China dan Jepang dalam estafet keempat atau orang terakhir.

Jendi Pangabean dkk membekukan waktu 4 menit 49,37 detik. Sementara posisi pertama, China mencatat 4 menit 34,55 detik. Jepang menguntit diposisi kedua dengan 4 menit 38,87 detik.

Indonesia pada gaya ganti estafet 4x100 meter ini menurunkan susunan Guntur, Suriansyah, Jendi Pangabean, dan Tangkilisa Sualang.

Pada estafet pertama, Indonesia lewat Guntur melaju mulus dan langsung bersaing ketat dengan China dan Jepang dalam perebutan posisi pertama.

Memasuki estafet kedua, yang diambil alih oleh Suriansyah, Indonesia sedikit tertinggal dari atlet asal China, namun masih unggul sepersekian detik dari atlet Jepang.

Kemampuan kayuhan lengan yang luar biasa dari Jendi Pangabean peraih emas pada pertandingan sebelumnya, begitu terlihat malam itu. Dengan gaya kupu-kupunya, Jendi yang tertinggal beberapa meter dari atlet asal China langsung melejit mengejar lawannya didepan. Sorak sorai penonton pun bergema saat Jendi menyalip lawannya itu, bahkan meninggalkannya beberapa meter dibelakang.

Namun pada estafet atau pergantian orang terakhir yang digawangi oleh Tangkilisa Sualang, Indonesia kembali tertinggal oleh China dan Jepang. Laga pun ditutup dengan posisi Indonesia di urutan ketiga.

Pemain satu-satunya yang mau menanggapi hasil akhir di pertandingan tadi, Suriansyah mengatakan dia sudah sangat puas dengan hasil Indonesia pada nomor Medley Relay 4x100 meter itu. Sebab dia menyebut timnya telah berupaya dan berusaha begitu besar pada laga tersebut.

"Sangat puas. Sudah berupaya banyak berusaha," ujar Suriansyah di Stadion Aquatik GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

Jendi, Tangkilisa, dan Guntur pun disebut Suriansyah tambah semangat dengan kehadiran penonton yang memberikan dukungan luar biasa bagi para kontingen di laga malam itu.

"Wah luar biasa. Iya tambah semangat. Tambah semangat," pungkasnya.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved