ABC

Ancaman Kenaikan Permukaan Laut 80 Tahun Mendatang

Kawasan rawa-rawa pesisir di seluruh dunia kemungkinan hanya bertahan 80 tahun lagi. Demikian peringatan dari tim peneliti internasional…

Kawasan rawa-rawa pesisir di seluruh dunia kemungkinan hanya bertahan 80 tahun lagi. Demikian peringatan dari tim peneliti internasional yang melakukan proyeksi atau pemodelan dampak baru kenaikan permukaan laut.

Peneliti Dr Jose Rodriguez dari University of Newcastle, Australia, telah mempublikasikan penelitiannya ini dalam jurnal Nature Communications.

Tim tersebut membatalkan "model bak mandi" dalam proyeksi kenaikan permukaan laut sebelumnya. Model tersebut menyarankan efek pasang surut mengalir melalui lahan basah tanpa gangguan.

Model baru yang dikembangkan peneliti ini, menunjukkan dampak dari struktur buatan manusia seperti jalan raya, gorong-gorong dan jembatan akan meningkat saat permukaan laut naik.

Dr Rodriguez mengatakan dengan model baru, terdapat peningkatan genangan dan redaman. Ini merupakan berita buruk bagi lahan basah dan rawa-rawa air asin yang mengandalkan air laut masuk dan mengalir keluar secara teratur.

"Baik mangrove dan rawa air asin membutuhkan pembasahan dan pengeringan khusus, baik dalam waktu maupun kedalaman genangan," jelasnya.

"Karena struktur buatan manusia yang bisa berupa gorong-gorong atau jalan, membuat lahan basah lebih rentan terhadap kenaikan permukaan laut," katanya.

Dr Jose Rodriguez and Associate Professor Patricia Saco at the Hunter Wetlands
Dr Jose Rodriguez dan Associate Professor Patricia Saco.

ABC News: Kerrin Thomas

"Ketika kita membangun jalan melintasi lahan basah, air pasang berpindah dari satu sisi ke sisi lain melalui gorong-gorong atau jembatan. Bukan dengan bebas mengalir di atas dataran pasang surut," ujar Associate Professor Patricia Saco.

"Akibatnya, dibutuhkan lebih banyak waktu dan energi agar air bisa sampai ke sisi lainnya," tambahnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help