ABC

Perjuangan Jelena Dokic Lepas Dari Kekerasan Ayahnya

Mantan petenis Australia Jelena Dokic baru saja menerbitkan buku biografi berjudul Unbreakable menceritakan kehidupannya sebagai petenis…

Mantan petenis Australia Jelena Dokic baru saja menerbitkan buku biografi berjudul Unbreakable menceritakan kehidupannya sebagai petenis yang pindah dari Yugoslavia ke Australia, kemudian kembali ke Serbia sebelum pindah lagi ke Australia, dan juga tindak kekerasan yang diterimanya dari ayahnya Damir selama dia berkecimpung di dunia tenis.

Di usia 16 tahun, petenis Jelena Dokic menjadi sosok yang terkenal di Australia dan juga seluruh dunia.

Di lapangan rumput yang terkenal di Wimbledon, remaja tersebut menjadi petenis berperingkat terendah yang mengalahkan unggulan teratas ketika petenis nomor satu dunia kala itu, Martina Hingis.

Dokic yang ketika itu menyandang peringkat 129 dunia menang dia set langsung.

Jelena Dokic lalu melaju ke perempat final turnamen tersebut dan banyak pihak memperkirakan dia akan menjadi bagian dari tenis elit dunia bertahun-tahun kemudian.

Hal yang tidak menjadi kenyataan bukan karena prestasi Dokic di dalam lapangan namun lebih banyak karena masalah yang dihadapinya di luar lapangan.

Lahir di Osijek, bekas wilayah Yugoslavia, keluarga Dokic melarikan diri dari perang d negara asalnya ke pinggiran kota Sydney.

Namun saat ia terus menorehkan prestasi di sejumlah turnamen internasional, dunia tenis menyadari adanya anggota keluarga Dokic lainnya, yaitu ayahnya Damir.

Ia selalu hadir dan vokal di sekitar lapangan dimana Jelena bertanding dengan berbagai tingkah dan juga ucapannya yang kadang menimbulkan kontroversi.

Dan puncaknya terjadi di tahun 2000 ketika Damir dilarang hadir dalam turnamen WTA selama enam bulan setelah berbagai perilakunya di beberapa turnamen besar.

KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help