ABC World

Masjid Terbaru Di Sydney Dirancang Arsitek Non Muslim

Setelah direncanakan pembangunannya selama 23 tahun dan sempat diwarnai persyaratan berat oleh Dewan Kota dan gugatan di Pengadilan…

Setelah direncanakan pembangunannya selama 23 tahun dan sempat diwarnai persyaratan berat oleh Dewan Kota dan gugatan di Pengadilan Tinggi, masyarakat muslim di Kota Punchbowl, Sydney, New South Wales akan segera bisa beribadah di masjid terbaru di kota mereka pada akhir bulan Ramadhan ini.

Didanai oleh komunitas - melalui hibah, donasi dan pinjaman tanpa bunga - organisasi nirlaba Misi Islam Australia (AIM) telah mendorong proyek pembangunan masjid ini sejak pertengahan tahun 1990-an.

Apoteker kelahiran Afrika Selatan dan Wakil Presiden AIM, Zachariah Matthews telah menjadi manajer proyek pembangunan masjid ini selama tiga tahun terakhir.

"Pembangunan masjid ini dimulai pada 1994 ketika kami menyewa sebuah aula untuk shalat di Matthews Street No.29," katanya.

"Kami membeli properti itu dua tahun kemudian, dan membeli dua properti lain di kedua sisinya dan menjadikannya sebidang tanah."

Beruntung bagi AIM, tanah itu sebelumnya dimiliki oleh kelompok Muslim lain yang telah mengajukan permohonan agar tempat itu dijadikan tempat sholat bagi publik.

Namun, menurut Dr Matthews, kelompok itu menghadapi keberatan dari dewan kota setempat dan akhirnya mendorong mereka mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi di Canberra.

"Butuh waktu 17 tahun sebelum akhirnya permohonan pembangunan masjid ini disetujui," katanya.

Arsitek non muslim

Setelah mengantongi persetujuan dari keputusan Pengadilan Tinggi, AIM masih membutuhkan seseorang untuk merancang masjid impian mereka (dan dalam rencana awal mereka, bahkan termasuk juga sebuah sekolah dasar Islam), dan pendanaan untuk membiayai pembangunan masjid tersebut.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help