ABC World

Mantan Pendeta Mengatakan Ex-Jihadis 'Orang yang Berkesan'

Seorang mantan pendeta Katolik mengatakan tak bisa mengerti mengapa Australia tidak ingin mantan jihadis, Muhammad Manwar Ali datang.Ali…

"Saya bisa menangis," katanya.

"Saya merasa sangat frustrasi karena tidak bisa mendapatkan Ali di sini. Saya ingin dia di Australia untuk dapat berbicara dengan orang-orang."

Laura merasa bersyukur karena teknologi berhasil digunakan.

"Kebebasan berbicara adalah hal yang paling penting di dunia, terutama di masa-masa yang sulit," katanya.

Penyelenggara Dark Mofo mengatakan telah mengundang Ali untuk menghadiri festival tahun depan.

Simak beritanya dalam bahasa Inggris disini.

Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help