ABC World

Pendaur Ulang Baterai Desak Produsen dan Pemerintah Kurangi Limbah

Pendiri pabrik daur ulang baterai lithium-ion Australia menyerukan kepada produsen elektronik - dan pemerintah - untuk memisahkan…

Pendiri pabrik daur ulang baterai lithium-ion Australia menyerukan kepada produsen elektronik - dan pemerintah - untuk memisahkan limbah baterai dari TPA.

Di pabrik Envirostream di New Gisborne di Victoria, 200 drum berlapis plastik penuh hingga sekitar 160 ton baterai rusak.

"Mereka ada di banyak perangkat - kita punya baterai laptop, alat listrik, sikat gigi, baterai mobil, remote control, telepon," kata salah satu pendiri Andrew Mackenzie.

"Akan terus bertambah karena kita belum memiliki pasar kendaraan listrik, kita belum punya pasar penyimpanan energi."

Mackenzie dan mitra bisnisnya John Polhill mendirikan perusahaan daur ulang mereka tahun lalu, mengendarai "gelombang baterai" yang mereka katakan akan berakhir di tempat pembuangan akhir.

Penelitian tahun 2015 yang diminta oleh Departemen Lingkungan dan Energi menemukan limbah baterai lithium-ion dapat meningkat menjadi 18.000 ton pada tahun 2018, dan mencapai 154.000 ton per tahun pada 2034.

Hanya tiga persen dari semua baterai yang digunakan oleh warga Australia setiap tahun didaur ulang, setengahnya oleh Envirostream.

Mackenzie mengatakan ia takut tumpukan baterai yang tersisa bisa menjadi berbahaya seperti ban buangan.

Pada tahun 2016, pengajuan Prakarsa Daur Ulang Baterai Australia kepada Pemerintah Victoria melaporkan setidaknya dua kebakaran TPA di negara bagian diyakini disebabkan oleh baterai lithium-ion.

Baterai ponsel dipersalahkan karena kebakaran pabrik di Inggris bulan lalu yang membuat petugas pemadam kebakaran bekerja enam jam untuk memadamkan.

Harta di tempat sampah

Halaman
1234
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help