ABC World

Deportasi Keluarga Tamil Ditunda Menunggu Putusan Banding Baru

Satu keluarga pencari suaka Tamil yang tinggal di daerah Queensland dibebaskan deportasi segera setelah Pengadilan Federal di Melbourne…

Satu keluarga pencari suaka Tamil yang tinggal di daerah Queensland dibebaskan deportasi segera setelah Pengadilan Federal di Melbourne pagi ini memutuskan mereka dapat tinggal di Australia untuk sementara waktu.

Priya dan Nades, dan dua putri mereka yang lahir di Australia, ditahan di tahanan imigrasi di Melbourne, setelah dipindahkan dari Biloela di Queensland tengah di mana mereka telah tinggal selama beberapa tahun.

Petugas Pasukan Perbatasan melayangkan dokumen deportasi pada hari Jumat, sehari setelah mereka kalah banding di Federal Circuit Court untuk tinggal di Australia, dan keluarga itu seharusnya dikirim dari Australia besok.

Pengacara keluarga, Kajaliny Ranjith, mengatakan Pengadilan Federal hari ini setuju untuk mengizinkan keempatnya tetap tinggal saat permohonan banding lain diperdengarkan - yang bisa memakan waktu berbulan-bulan.

"Mereka terkejut, mereka gugup, tapi saya pikir mereka lega sekarang karena mereka tidak dideportasi besok," kata Ranjith.

"Ada unsur frustrasi di sana sekarang, karena mereka telah berada di sana selama lebih dari 100 hari.

"Anak-anak menjadi sangat frustrasi karena mereka memiliki begitu banyak energi, dan mereka tidak bisa keluar dan bermain atau hal-hal seperti itu, tetapi untuk apa yang mereka alami, mereka melakukannya dengan sangat baik."

Dia mengatakan keluarga akan tetap ditahan di Melbourne sampai Pengadilan Federal membuat keputusan banding.

"Kami telah meminta untuk itu dipercepat karena jelas mereka berada di tahanan dan kami ingin mengeluarkan mereka secepat mungkin, jadi bisa dua bulan, empat bulan, itu tergantung pada ketersediaan pengadilan."

Dia mengatakan keluarga telah putus asa ketika mereka mendapat dokumen deportasi dari petugas Pasukan Perbatasan pada Jumat sore.

"Mereka bahkan tidak diberi kesempatan untuk berbicara dengan saya atau mempertimbangkan permohonan mereka sehari setelah putusan pengadilan. Itu tidak adil," kata Ranjith.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.

Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved