Kamis, 21 Mei 2026
ABC World

Karena SIM Status Warga Negara Dicabut, Mengapa Ada Yang Memalsukan?

Pemerintah Australia mencabut kewarganegaraan pria Afghanistan yang sudah diberikan beberapa tahun sebelumnya karena ia memiliki SIM…

Tayang:

Pemerintah Australia mencabut kewarganegaraan pria Afghanistan yang sudah diberikan beberapa tahun sebelumnya karena ia memiliki SIM palsu yang digunakan untuk mendapatkan SIM Australia.

Pembatalan Izin Warganegara akibat SIM Palsu

Seberapa sulit sebenarnya mendapatkan SIM Australia sehingga \'jalan pintas\' ini harus ditempuh?

Pemerintah Australia mencabut status warganegara Australia dari seorang imigran asal Afghanistan yang menggunakan surat izin mengemudi palsu pada Agustus 2017.

Ali Haidari, 26, harus menerima kenyataan bahwa status kewarganegaraan Australia yang ia peroleh di lima tahun lalu dicabut oleh pemerintah Australia.

Penarikan status kewarganegaraan tersebut dilakukan setelah menemukan SIM Afghanistan milik Ali yang digunakan sebagai salah satu syarat pengajuan SIM Australia ternyata palsu.

Menurut laporan SBS, Haidari pada awalnya mendapat status permanen resident di bulan September 2010, setelah tiba di Australia lewat laut di bulan Februari di tahun yang sama.

Warga asal Afghanistan tersebut kemudian mengajukan diri untuk menjadi warga negara Australia bulan November 2014 dan mendapat persetujuan satu bulan kemudian.

Namun persetujuan tersebut dibatalkan di bulan Agustus 2017 setelah ditemukan bahwa Haidari menggunakan SIM palsu asal Afghanistan dan mengggunakannya untuk mendapatkan SIM Australia.

Haidari kemudian mengajukan kasusnya ke Tribunal Banding, yang minggu lalu menolak permintannya agar kasusnya ditinjau kembali.

Tribunal memutuskan bahwa status warga negara Australianya dicabut, karena dia tidak memiliki karakter yang baik.

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan tentang sesulit apakah sebenarnya untuk mendapatkan surat izin mengemudi Australia sehingga seseorang lebih memilih untuk menggunakan \'jalan pintas\' sampai harus mengorbankan status kewarganegaraan mereka.

Suhendra Koes Wibowo, guru mengemudi dari Indonesia di Sydney sejak tahun 2004 mengatakan bahwa memang sulit untuk mendapatkan SIM di Australia.

"Australia adalah salah satu negara yang susah untuk dapat izin mengemudi karena peraturannya sangat ketat," kata Suhendra kepada wartawan ABC News Natasya Salim.

"Saya punya murid dari Malaysia, Taiwan dan Amerika Serikat sekalipun yang mengatakan bahwa di Australia lebih sulit untuk dapat izin mengemudi."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved