Bea Cukai Malang Lancarkan Tiga Penindakan Barang Kena Cukai Ilegal

Seorang pengusaha barang kena cukai diringkus petugas Bea Cukai Malang di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Bea Cukai Malang Lancarkan Tiga Penindakan Barang Kena Cukai Ilegal
dok. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Selasa (10/7/2018), seorang pengusaha barang kena cukai diringkus petugas Bea Cukai Malang di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Dalam penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 2 karung tembakau iris seberat 50 Kg, 1 buah alat linting, 1 buah alat semprot saos, 2 pack etiket, dan 6 botol saos. 

Salah satu fungsi Bea Cukai adalah sebagai revenue collector, yakni memungut bea masuk, bea keluar, serta cukai secara maksimal dalam rangka tercapainya target penerimaan negara, termasuk diantaranya mencegah potensi kerugian yang terjadi.

Dalam rangka menjalankan fungsi tersebut, petugas Bea Cukai rutin melakukan penindakan barang kena cukai, termasuk melakukan tangkap tangan terhadap para pengedar Hasil Tembakau (HT) yang tidak dilekati maupun dilekati pita cukai tidak sesuai peruntukannya, seperti yang dilaksanakan oleh Bea Cukai Malang.

Selasa (10/7/2018), seorang pengusaha barang kena cukai diringkus petugas Bea Cukai Malang di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Dalam penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 2 karung tembakau iris seberat 50 Kg, 1 buah alat linting, 1 buah alat semprot saos, 2 pack etiket, dan 6 botol saos.

Selain itu, petugas melakukan penyegelan terhadap rumah tersangka yang di dalamnya terdapat 14 karung tembakau iris seberat 420 Kg, 20 karung tembakau seberat 600 Kg, 1 jirigen dan 1 drum alkohol, 3 buah alat semprot saos, 4 pack etiket, dan 2 jirigen saos.

Tersangka yang merupakan warga asli Kecamatan Pakisaji dengan inisial R (49), ditangkap sekitar pukul 17.00 WIB di kediamannya karena tidak memiliki izin untuk menjalankan usaha berupa Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC).

“Kami bawa tersangka beserta beberapa barang bukti dari rumah tersangka. Barang bukti selebihnya kami segel. Selanjutnya tersangka akan kami mintai keterangan lebih lanjut terkait usaha yang dijalankannya,” jelas Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Rudy Hery Kurniawan.

Tersangka telah menjalankan usaha produksi barang kena cukai berupa tembakau iris tanpa memiliki izin berupa NPPBKC, sehingga tersangka dikenakan sanksi administrasi berupa denda paling sedikit Rp20.000.000,00 dan paling banyak Rp200.000.000,00 berdasarkan pasal 14 ayat 7 Undang Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

Selang satu minggu setelah penangkapan tersebut, petugas Bea Cukai Malang berhasil mengamankan barang kena cukai berupa tembakau iris ilegal di salah satu rumah di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada pukul 16.00 WIB, Selasa (17/07/2018).

Penangkapan tersebut berawal dari informasi warga sekitar bahwa terdapat aroma tembakau di rumah tersebut. Benar saja, di dalamnya petugas menemukan 8 karung barang kena cukai berupa tembakau iris ilegal seberat 273 Kg. Seluruh barang bukti berhasil diamankan, sedangkan pemilik rumah sedang dalam pencarian.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help