Andi Nova Sunazar, SMA Penjual Kacamata Sekarang Sukses Sebagai Distributor Semen Gresik Indonesia

Jumat, 14 November 2014 09:00 WIB
Andi Nova Sunazar, SMA Penjual Kacamata Sekarang Sukses Sebagai Distributor Semen Gresik Indonesia
BCA
Andi Nova Sunazar, SMA Penjual Kacamata Sekarang Sukses Sebagai Distributor Semen Gresik Indonesia . 

Apa yang dinikmati dan lahir menjadi pengusaha besar dan sukses tidak serta merta diraih dengan mudah bak membalikkan telapak tangan. Segala sesuatu memang tidak terlepas dari proses dan butuh waktu serta kerja keras, kemauan kuat serta sabar untuk mewujudkannya. Hal tersebut sebagaimana  yang dialami Andi Nova Sunazar. Pria kelahiran Pontianak, November 1974 itu menceritakan bahwa sebelum ia bergelut dan fokus di bisnis sebagai distributor semen di Kalbar yang sukses, dulunya ia pernah menjadi penjual kaca mata di kaki lima.

Berawal dari itulah jiwa enterprenurshipnya terasah. Sejak di bangku SMA kelas satu usaha menjadi penjual kacamata ia tekuni. Adapun tempat ia menjual kacamata di sekitar jalan Tanjungpura Kota Pontianak. Bukan hanya jual kacamata saja yang membuat ia berpengalaman sebagai pengusaha sesungguhnya. Ia mengaku pernah juga menjual petasan saat menjelang hari Lebaran, Imlek ataupun Tahun Baru. Kerja di Koperasi, sebagai neli kayu dan beras (menghitung ke luar masuknya barang saat bongkar muat) juga pernah ia jalani.  

Profesi lainnya yang pada akhirnya mengantarkannya menjadi pengusahadistributor semen seperti saat ini adalah bekerja pada pemilik bos kapal yang ada di Pontianak. Sekitar tahun 1999, ia dipercaya untuk mengurus pengriman barang ataupun dokumen dari kapal – kapal bosnya tersebut.  Dengan bekal beberapa pengalaman khususnya di dunia perkapalan, akhirnya tahun 2007 ia memberanikan  diri untuk membuka usaha secara mandiri . Saat itu ia ditawarkan oleh pamannya sebagai distributor semen Tonasa dan peluang itu tidak dilewatkan begitu saja. Pendek cerita, perjalanan usaha tersebut tidak semudah yang dikira. Diakui Nova, perjalanan usahanya tidak begitu lancar, sehingga dengan beberapa alasan apa yang diberikan pamannya ia kembalikan.

Meski demikian hal tersebut tidak membuat ia patah arang untuk bergerak diusaha semen khususnya sebagai distributor. Berbekal sikap jujur dan apa adanya ia menawarkan diri kepihak Semen Indonesia melalui perusahaannya sendiri, yaitu PT Dua Agung dan akhirnya penawarannya diterima. Kala itu Nova memasarkan produk semennyadengan cara door to door, dari ke kawan satu kepada kawan lainya dan sebagainya.  “Awal usaha saya merangkap sebagai apa saja. Sebagai owner, sebagai marketing, sebagai manager keuangan dan sebagainya. Seiring kemajuan dan pertumbuhan perusahaan akhirnya saya merasa membutuhkan bidang pekerjaan tersebut dan merangkul teman- teman saya untuk mengisi posisi strategis dalam menjalankan roda bisnis ini. Padahal mereka yang saya rangkul sudah pada eksis di perusahan lain dan Alhamdulilah saat ajak mereka mau pindah dan bersama membesarkan perusahanini.

Mereka ataupun yang membantu saya, tidak pernah saya anggap sebagai karyawan melainkan mereka adalah mitra usaha saya,” ujarnya kepada Tribun, Selasa (28/8) saat ditemui di ruang kerjanya di Jl. Kom Yos Sudarso No.27 Pontianak Dalam menjalankan setiap bisnisnya, Andi mengaku selalu ada kendala.

Menurutnya kendala dalam berbisnis itu hadir setiap hari. Sehingga dengan menemui kendala setiap hari tersebut justru ia menjadi terbiasa dan selalu berusaha menemukan solusinya setiap hari. Kendala yang ia hadapi setiap hari contohnya adalah menghadapi konsumen yang membutuhkan semen dengan segera dan minta dikirim secepatnya. Sedangkan stok semen kadang terbatas atau habis dan saat bongkar muat  pun kerap terkendala.

Nova menuturkan tren usahanya fluktuatif setiap tahun, namun kecenderungannya terus berkembang atau tumbuh positif. Hal itu lantaran pangsa pasar di bisnis ini sangat luas. Ia memasarkan semennya untuk wilayah Kalbar.  Untuk bertahan dibisnis yang ia rintis sejak tahun 2007 tersebut, ia memegang prinsip yaitu pandai membaca momentum dan membalikkan keadaan negatif menjadi keadaan postif. Apa yang ia raih saat ini tidak terlepas dari pengaruh orang terdekatnya. Menurutnya pengaruh tersebut datang dari orang tuanya yaitu ayahnya Zainuddin dan ayah angkatnya Hasan. Sebagai bentuk penghargaan kepada mereka, di logo perusahanya ia cantumkan angka Z dan H. Saat ini ia memiliki  8 kapal cargo untuk mengangkut semennya dari pusat produksi semen Gresik Indonesia.

Ayah dari empat anak ini saat ini belum memikirkan untuk menyiapkan generasi selanjutnya untuk melanjutkan usahanya. Saat ini yang ia persiapakan adalah bagaimana perusahaannya memiliki sistem dan budaya yang baik sebagaimana budaya yang ia terapkan saat ini kepada semua mitranya yaitu rendah hati, cepat dan tepat serta bermanfaat. Menurutnya dengan sistem atau manajeman yang kuat dan baik, baik anaknya kelak atau siapapun yang akan memimpin perusahaannya akan mudah menjalankannya.

Terkait bisnisnya, Nova berharap semen Gresik Indonesia yang ia distribusikan terus menjadi leader dari market share-nya. Saat ini perusahaannya ibarat berlari semakin kencang. Di tahun ini pula ia sudah melebarkan sayap usahnya di bidang penyediaan bahan bangunan. Hal itu tidak terlepas dari dukungan permodalan oleh pihak perbankan yaitu PT Bank Central Asia (BCA). Ia mengenal BCA sejak 2011.

Menurut suami dari Bonnie Charisma ini pelayanan BCA dalam proses dan pengajuan kredit yang ia butuhkan sangat cepat, “Service BCA begitu maksimal dan cepat. Ini sangat cocok untuk pengusaha. Manfaat yang saya dapatkan dari bergabung dengan BCA dalam usaha saya adalah ibarat berlari, lari saya semakin kencang karena dukungan dari BCA. Saya juga pengguna KlikBCA Bisnis untuk kelancaran transaksi saya selain Giro BCA tentunya,” pungkas Nova.

BCA Senantiasa di Sisi Anda

(BERITA BCA)  

BCA Terdaftar dan Diawasi oleh OJK

Editor: Advertorial
MOST READ
© 2014 PT Bank Central Asia Tbk dan Tribunnews.com
Atas
// START Nielsen Online SiteCensus V6.0 // COPYRIGHT 2010 Nielsen Online ?>