Investasi Saham Menguntungkan Jika Tidak Spekulatif

Selasa, 20 September 2016 08:44 WIB
Investasi Saham Menguntungkan Jika Tidak Spekulatif
Direktur BCA, Suwignyo Budiman dan Kepala Satuan Kerja Cash Management BCA, Rusdianti Salim 

Jakarta, - Investasi saham dalam jangka panjang sangat menguntungkan. Namun, saat ini, masih ada persepsi investasi saham penuh unsur spekulatif. Padahal, menurut Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Suwignyo Budiman, investasi saham jika disertai dengan pengetahuan, maka punya potensi memberikan keuntungan tinggi.

"Investasi saham ini termasuk alternatif. Dengan catatan bahwa kalau mau kesana harus tahu mengenai pasar modal, terutama saham apa yang akan kita beli, mengetahui risikonya," ujar Suwignyo.

Meski punya potensi return tinggi, saat ini, investasi saham masih cenderung dijauhi.

Nah, menyadari hal itu, BCA mendukung penuh program edukasi  Sekolah Pasar Modal (SPM) yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia agar manfaat pasar modal semakin dikenal masyarakat.

"BCA, sebagai bank pembayar dan administrator RDN,  membantu melakukan edukasi. Kami sebagai salah satu narasumber SPM, ingin membantu masyarakat lebih paham investasi saham," ujar Suwignyo.

Dalam SPM dijelaskan pemahaman utuh dari sisi risiko, hingga teknis investasi saham karena produknya tidak sesimpel seperti produk deposito. Misal jika ingin membeli saham, harus memilih perusahaan efek mana, hingga proses monitornya.

Suwignyo menjelaskan, keberadaan pasar modal, memiliki dua keuntungan. Bagi perusahaan sebagai salah satu sumber dana yang langsung didapat dari publik. Bagi masyarakat sebagai alternatif investasi. Nah, jika pasar saham makin berkembang, otomatis perekonomian Indonesia makin lebih maju.

"Ini peluang karena pasar modal kita masih dalam tahap berkembang. Investasi saham bukan monopoli orang yang bermodal besar, tidak harus orang kaya. Dulu mungkin seperti itu. Sekarang tidak mahal lagi," ujar Suwignyo.

Sekarang hanya dengan modal Rp.100 ribu saja, Anda sudah dapat menjadi investor. Apalagi regulasi telah mendukung kemudahan membeli lembar saham  untuk tiap lotnya hanya 100 lembar saham. Beda dari dua tahun lalu, yang mensyaratkan minimal pembelian saham harus sebanyak 500 lembar untuk satu lotnya.

BCA, menurut Suwignyo punya peran cukup besar dalam mengembangkan pasar modal. Sebagai bank, BCA mendukung dan memfasilitasi hal hal yang berkaitan pembayaran transaksi saham, pembukaan rekening, pembayaran jual beli saham, hingga settlementnya.

 Dari sisi kemudahan untuk investor, BCA juga memiliki layanan sangat komplit yang bisa diakses melalui mobile banking (m-BCA), internet banking (klikBCA individu/bisnis), untuk mengecek perkembangan RDN milik investor. 

BCA Dukung Transparansi Pasar Modal

Transparansi dalam pasar modal juga menjadi perhatian utama BCA karena bicara pasar modal berkaitan dengan aspek keterbukaan agar investor semakin percaya berinvestasi saham.

"BCA membangun kemudahan akses investor untuk memonitor dananya. Seperti di internet banking, mobile banking, anytime bisa dicek saldo RDN (Rekening Dana Nasabah) - nya ada berapa, movementnya bagaimana, tidak terjadi lagi dananya dipakai sekuritas karena ia juga bisa mengawasi. Sistem BCA link langsung ke akses KSEI, si investor bisa cek portfolio dana dia ada berapa, portfolio saham ada berapa, semua ada di situ, sangat lengkap. Katakan investor punya beberapa sekuritas, itu porfolio bisa terlihat semua, sehingga diharapkan kepercayaan masyarakat semakin meningkat," ujarnya. Semua itu dimungkinkan karena sistem BCA terkoneksi langsung ke KSEI.  Di belakang layar mainframe IT BCA host to host dengan KSEI dan perusahaan efek yang kerjasama dengan BCA sehingga monitoring transaksi itu dilakukan secara terintegrasi. Tidak akan terjadi lagi pelarian dana karena investor dilibatkan memonitor.

"Itu salah satu kontribusi terbesar BCA. Fasilitas kepada investor belum semua bank bisa secanggih BCA, kan mobile banking bisa, klik individu, juga bisa," ujarnya.

Suwignyo menjelaskan, pengetahuan masyarakat tentang pasar modal masih rendah. Masyarakat mungkin sudah tahu tapi tidak berani berinvestasi dalam saham. Makanya, Sekolah Pasar Modal dinilai penting. Bahkan, menurut Suwignyo, akan lebih baik, jika pendidikan pasar modal itu juga bisa masuk ke kurikulum sekolah-sekolah. 

"Agar masyarakat lebih paham sehingga berani masuk ke pasar modal," ujarnya. 

Suwignyo menjelaskan, investasi pasar modal bukan spekulatif jika  dipelajari sisi teknisnya. Misal ketika membeli saham BCA, dicermati kecenderungannya, dianalisa perkembangan usahanya. Jangan sampai, tanpa analisa membeli saham hanya karena mengikuti orang lain. "Kalau seperti itu spekulatif namanya. Salah, ya gigit jari. Banyak yang investasi saham terus jadi bangkrut karena asal asalan investasi," tutupnya. 

BCA Senantiasa di Sisi Anda
(Berita BCA)
BCA Terdaftar dan Diawasi Oleh OJK

Editor: Advertorial
MOST READ
© 2014 PT Bank Central Asia Tbk dan Tribunnews.com
Atas
// START Nielsen Online SiteCensus V6.0 // COPYRIGHT 2010 Nielsen Online ?>