Rutinitas Awal Bulan: Bijak Mengelola Gaji Suami

Jumat, 30 September 2016 08:45 WIB
Rutinitas Awal Bulan: Bijak Mengelola Gaji Suami

Saya seorang istri yang beruntung. Suami saya mempercayakan tabungan dan gajinya ditransfer kepada saya. Semua keuangan rumah tangga saya yang mengatur. Tapi hal tersebut tidak lantas membuat saya bisa berfoya-foya begitu saja. Sebagai seorang ibu dari 2 anak yang sudah mulai masuk usia sekolah, tentunya mengutamakan kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan anak itu sebuah kewajiban. Salah mengelola keuangan bisa-bisa buntung dibelakang.

Salah satu tips paling mudah mengelola keuangan yang saya lakukan adalah dengan membayar semua tagihan, kewajiban, alokasi investasi atau tabungan sesegara mungkin di awal bulan. Setelah gaji turun, di awal bulan semua tagihan rumah tangga seperti tagihan listrik, telepon, air, gas, saya bayarkan segera. Begitu juga kewajiban pinjaman seperti cicilan rumah, cicilan motor, ataupun cicilan yang lain jika ada. Untuk yang punya PRT di rumah seperti saya sekarang ini, gaji PRT juga segera saya bayarkan segera tanpa ditunda. Hal yang sama berlaku juga untuk uang sekolah, les, atau SPP anak-anak. Segera lunasi setelah uang gaji diterima.

Selesai membayar tagihan, saya membuat daftar belanja kebutuhan bulanan, seperti sabun, shampoo, minyak, beras, pasta gigi, deterjen, dan lain-lain. Belanja kebutuhan ini pun biasanya saya lakukan di hari jum’at-minggu di awal bulan. Alasannya sih sederhana, bisanya setiap hari jum’at-minggu banyak swalayan yang mengadakan weekend promo. Harganya jauh lebih murah dari harga normal. Sekali beli juga untuk kebutuhan satu bulan. Untuk menghindari agar tidak harus keluar masuk swalayan juga. Kebiasaan emak banget lah, kalo masuk swalayan mau beli A, keluar bawa barang Z. Lapar mata itu seperti fitrah.

Selain kegiatan membayar tagihan dan belanja kebutuhan rumah tangga, di awal bulan juga biasanya saya sisihkan sekalian budget untuk investasi atau tabungan dan sedekah. Ada beberapa post dana yang saya buat, diantaranya untuk dana pendidikan anak-anak, dana darurat dan dana pensiun. Punya anak itu dana pendidikan mutlak dimiliki. Dana darurat ini biasanya saya sisihkan jika ada kebutuhan mendadak yang tidak bisa dihindari seperti ke dokter, ke bengkel, atau kebutuhan lain yang bersifat darurat dan penting. Investasi dana pensiun saya bikin karena saya dan suami sama-sama pekerja lepas dan karyawan swasta yang tidak punya asuransi hari tua. Jadi dibikinlah post dana pensiun. Cita-cita kita berdua sih memang terus produktif meski masuk usia tua, namun pengen juga dong pensiun nanti tetep bisa jalan-jalan dan menikmati masa tua berdua. Bantu amin kan yaa..

Namun, ada pengalaman unik dan lucu yang saya dapat ketika mudik lebaran kemarin. Kebetulan lebaran kemarin saya dapat rejeki untuk mudik lebih lama. Gak tanggung-tanggung, 15 hari saya di rumah ibu di kampung halaman. Tapi saking gembiranya bisa pulang lebih lama, saya lupa merencanakan kewajiban awal bulan. Ketika gaji bulanan suami masuk ke rekening, pas saya masih ada di desa yang ada di kaki gunung. Suami sempat kelabakan karena sedang ada di rumah hanya bersama mertua, tagihan belum terbayar, uang jajan buat suami habis. Sempat panik juga sih saat itu.

Tergopoh-gopoh saya ceritakan ke adik ipar setelah suami saya telepon. Dengan santai adik saya menjawab, “Di dekat sini hanya ada 1 ATM, mbak…”. Ternyata ATM yang ada bukan ATM BCA, tetapi ATM Jaringan PRIMA. Wuaahh.. lega luar biasa rasanya. Kebetulan rekening yang kami pakai bersama adalah rekening BCA yang termasuk dalam jaringan PRIMA. Tempat saya membayar segala macam tagihan hingga belanja bulanan di swalayan . Dari satu ATM itulah saya mengelola keuangan keluarga. Dan BCA telah bekerja sama dengan jaringan PRIMA lebih dari 15 tahun untuk menambah kemudahan dan kenyamanan nasabah bertransaksi di ATM. Artinya nasabah BCA dapat menggunakan seluruh ATM berlogo PRIMA begitu pula sebaliknya bagi nasabah Bank Peserta PRIMA lainnya dapat menggunakan ATM BCA. Jadi meskipun kita sedang ada di tempat yang susah sekali cari ATM BCA, kita bisa menggunakan ATM dari bank lain yang ada logo nya PRIMA. Lebih mudah kan?! Kecepatan, kemudahan dan kenyamanan ini lah yang menjadi alasan saya dan nasabah lain memilih transfer melalui ATM.

Setelah diantar adik ipar ke ATM terdekat saya pun segera transfer uang ke suami untuk melunasi semua tagihan, kewajiban dan gaji PRT yang harus dibayarkan. Lega luar biasa rasanya. Hanya dari 1 ATM, semua kebutuhan rumah tangga saya beres terselesaikan.

Untuk yang belum tahu apa itu jaringan PRIMA, Jaringan ATM PRIMA merupakan layanan switching ATM/Debet yang dikelola oleh PT Rintis Sejahtera dan beroperasi sejak Agustus 2000. Beranggotakan 60 bank, dengan jumlah jaringan  ATM lebih dari 93.000 ATM.  Jaringan PRIMA didukung pula oleh layanan PRIMA Debit untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan berbelanja bagi seluruh bank peserta PRIMA Debit  melalui lebih dari 380.000 terminal EDC yang tersebar di berbagai merchant berlogo PRIMA Debit/ Debit BCA. Jaringan PRIMA didukung pula dengan web-based complaint handling system yang efektif dan efisien.

Tambahan informasi, saat ini sudah 60 Bank yang tergabung di Jaringan PRIMA dengan jumlah jaringan ATM lebih dari 93.000. Transfer melalui ATM diproses secara Realtime Online. Artinya, dana yang nasabah transfer langsung sampai saat itu juga. Jadi jika ada keperluan mendadak, saya pun bisa transfer untuk ibu saya yang ada di kampung halaman, meskipun kita menggunakan bank yang berbeda. Real time, langsung sampai, tidak perlu menunggu esok atau lusa. Kebetulan rekening bank ibu saya juga menggunakan jaringan PRIMA. Mudah bukan?! Informasi bank peserta Jaringan Prima dapat di lihat di www.jaringanprima.com.

BCA Senantiasa di Sisi Anda
(Berita BCA)
BCA Terdaftar dan Diawasi Oleh OJK

Editor: Content Writer
MOST READ
© 2014 PT Bank Central Asia Tbk dan Tribunnews.com
Atas
// START Nielsen Online SiteCensus V6.0 // COPYRIGHT 2010 Nielsen Online ?>