Ayo Ramai-Ramai Menggandakan Uang

Rabu, 12 Oktober 2016 09:44 WIB
Ayo Ramai-Ramai Menggandakan Uang

Beberapa hari ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan berita tentang seseorang yang bisa menggandakan uang. Bahkan, Yayasan yang berbasis di Probolinggo, Jawa Timur tersebut memiliki puluhan hingga ratusan pengikut.

Bahkan, ada anggota Yayasan yang menyetorkan uang sangat besar untuk digandakan, hingga mencapai Rp 150 miliar-Rp 200 miliar. Hal ini menandakan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang dengan mudah untuk percaya dan tergiur menggandakan uang dengan cepat sekalipun hal tersebut dinilai tidak rasional.

Padahal, ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk menggandakan uang dengan cara yang lebih rasional. Cara-cara penggandaan uang ini juga bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuan dan hukum. Berikut cara menggandakan uang yang legal:

1. Saham

Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan kata lain, saham merupakan tanda kepemilikan terhadap suatu perusahaan atau emiten.

Anda bisa disebut sebagai pemegang saham di perusahaan tententu apabila telah membeli saham perseroan tersebut. Saat ini, sedikitnya ada 536 perusahaan yang sahamnya tercatat di PT Bursa Efek Indonesia antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Astra International Tbk (ASII).

Untuk bisa memiliki saham di satu perusahaan, Anda wajib membeli minimal satu lot atau 100 lembar. Contohnya, Anda bisa menjadi pemegang saham BBCA dengan uang hanya sebanyak Rp 1,6 juta. Pasalnya, saat ini harga saham BBCA adalah Rp 16.000 per lembar saham.

Dari transaksi saham ini, Anda bisa mendapatkan dua keuntungan. Pertama dari capital gain, atau keuntungan dari hasil menjual atau membeli saham berupa kelebihan nilai jual dari nilai beli saham. Misalnya Anda membeli saham BBCA Rp 16.000 per saham dan kemudian di jual dengan harga Rp. 17.000 per saham. Jadi selisih yang sebesar Rp.1000 ini di sebut Capital Gain.

Kedua dari dividen atau keuntungan perusahaan yang di bagikan kepada para pemegang saham. Biasanya tidak seluruh keuntungan perusahaan dibagkan kepada pemegang saham. Besarnya dividen yang Anda terima tergantung dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan tersebut. Yang perlu dicatat adalah tidak semua perusahaan memiliki rencana untuk membagikan dividen kepada pemegang sahamnya.

Jika Anda tertarik menginvestasikan dana di saham bisa menghubungi perusahaan sekuritas di kota tempat Anda berada untuk mengetahui lebih dalam keuntungan dan kerugian berinvestasi di instrumen ini. Atau bisa menghubungi PT BCA Sekuritas di +62 21 23587250/300 atau melalui email: cs@bcasekuritas.co.id.         

2. Reksa Dana

Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat, untuk selanjutnya diinvestasikan oleh Manajer Investasi dalam portofolio efek. Dengan kata lain, Anda tinggal menyetorkan dana tersebut ke perusahaan Manajer Investasi untuk ditempatkan pada produk-produk yang mereka tawarkan. Saat ini, dengan uang Rp 100 ribu-Rp 150 ribu, Anda sudah bisa membeli reksa dana.

Secara umum, ada empat jenis produk reksa dana terbuka, yaitu reksa dana saham yang lebih banyak menempatkan dana nasabah di saham, reksa dana campuran yang lebih banyak menempatkan dana nasabah di saham dan obligasi, reksa dana pendapatan tetap yang lebih banyak menempatkan dana di obligasi, dan reksa dana pasar uang yang lebih banyak menempatkan dana di instrumen pasar uang atau obligasi dengan tenor di bawah satu tahun.

Anda bisa memperoleh keuntungan dari kenaikan efek atau Nilai Aktiva Bersih (NAB) seiring dengan berjalannya waktu periode investasi. Anda akan mendapatkan banyak manfaat dalam berinvestasi reksa dana antara lain, dana tersebut dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi yang berpengalaman, dana tersebut didiversifikasi pada berbagai jenis efek sehingga memperkecil risiko investasi, mendapatkan potensi pertumbuhan nilai investasi, transparan, mudah dibeli dan dijual.

Bagi Anda yang tertarik berinvestasi di reksa dana bisa menghubungi perusahaan manajer investasi yang Anda percaya. Atau bisa menghubungi kantor cabang BCA atau layanan Prioritas BCA.

3. Obligasi

Obligasi adalah surat tanda bukti utang yang dikeluarkan oleh perusahaan kepada pemegangnya dengan imbalan bunga sejumlah tertentu. Dalam setiap obligasi tertera nilai nominal obligasi serta tingkat bunga obligasi.

Anda bisa memilih dua obligasi pemerintah yang dijual lewat BCA, yakni obligasi konvensional dan obligasi syariah. Saat ini, BCA sedang menjual Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri 013 yang terbitkan oleh pemerintah.

Obligasi yang dikhususkan untuk investor ritel ini menawarkan kupon sebesar 6,6 persen dengan jangka waktu selama tiga tahun. Artinya, setiap tahun Anda akan mendapatkan bunga 6,6 persen dari investasi ORI seri 013. Pembayaran kupon ORI seri 013 akan dilakukan pada tanggal 15 setiap bulan. Kupon pertama akan dibayarkan pemerintah pada 15 November 2016.

4. Pasar Uang

Transaksi pasar uang yakni berupa transaksi yang berhubungan dengan pinjam dan meminjam dana, baik dalam mata uang rupiah maupun dalam mata uang asing, dari atau ke pihak lain.

Instrumen pasar uang ini antara lain ada Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), yakni surat berharga yang diperjualbelikan dengan cara diskonto dengan Bank Indonesia atau lembaga keuangan lainnya yang ditunjuk oleh BI.

5. Produk Simpanan BCA

Bagi Anda yang ingin menggandakan uang ke dalam bentuk produk simpanan, sah-sah saja. BCA menyediakan empat produk simpanan terbaik dalam bentuk rupiah dan valuta asing. Produk-produknya antara lain, Deposito, Rekening Dana Nasabah, Tahapan BCA, serta Giro.

#AyoKeBank

Sumber : Website BCA Prioritas

BCA Senantiasa di Sisi Anda
(Berita BCA)
BCA Terdaftar dan Diawasi Oleh OJK

Editor: Advertorial
MOST READ
© 2014 PT Bank Central Asia Tbk dan Tribunnews.com
Atas
// START Nielsen Online SiteCensus V6.0 // COPYRIGHT 2010 Nielsen Online ?>