Kembangkan Pengetahuan Generasi Muda melalui Indonesia Knowledge Forum 2016

Rabu, 26 Oktober 2016 08:56 WIB
Kembangkan Pengetahuan Generasi Muda melalui Indonesia Knowledge Forum 2016

Diketahui bersama bahwa generasi milenial atau yang dikenal sebagai Gen Y saat ini sedang berada dalam usia produktif. Benar saja, generasi yang lahir pada kurun waktu 1990 hingga awal 2000-an dipercaya akan membawa perubahan dan menjadi kekuatan ekonomi baru di Indonesia maupun dunia.

Generasi ini sangat akrab dengan teknologi digital. Hal tersebut banyak membawa pengaruh pada perubahan gaya hidup, mulai dari cara berkomunikasi, berinteraksi melalui jejaring sosial, transaksi pembayaran, hingga model bisnis baru yang kreatif.

Ide, kreativitas, kebebasan berekspresi, dan pengetahuan yang dimiliki mereka ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia di masa mendatang. Oleh sebab itu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui BCA Learning Service menggelar Indonesia Knowledge Forum (IKF) V 2016.

Acara yang diadakan pada tanggal 6-7 Oktober 2016 ini merupakan bagian dari komitmen BCA dalam mendukung pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Masih dengan tema besar “Moving Our nation to the next Level”, kali ini BCA memilih tema “Optimizing Knowledge and Creativity to Ride the Wave of New Generation in Accelerating Indonesia Economy”.

Tema tersebut dipilih sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya melalui industri berbasis kreativitas dan pengetahuan. Dalam acara kali ini, IKF V menyediakan tempat bagi para startup generasi milenial untuk menjadi bagian dari kegiatan ini.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, Wakil Presiden Direktur BCA Armand W. Hartono, Komisaris Independen BCA sekaligus Pembina BCA Learning Service Cyrillus Harinowo, Direktur BCA Henry Koenaifi, Direktur BCA Subur Tan, Direktur BCA Inawaty Handoyo, Direktur BCA Lianawaty Suwono, dan Direktur Independen BCA Erwan Yuris Ang hadir dalam acara pembukaan IKF V.

“BCA Learning Service memberi sarana dan knowledge. Bagaimana masyarakat kita, khususnya generasi muda menggali kreativitas. Mengembangkan kreativitas menjadi job creation,” ujar Jahja dalam sambutannya.

Beliau menjelaskan juga betapa besarnya optimisme dan tekad yang kuat dari masyarakat Indonesia untuk meraih kemajuan dan perubahan pada setiap sektor. “Optimisme dan tekad yang kuat ini harus didukung melalui pembelajaran yang memadai dari orang-orang yang tepat serta mumpuni dari sisi pengetahuan dan pengalaman,” katanya menambahkan.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong juga hadir dalam acara yang berlokasi di Hotel Ritz Carlton-Pacific Place, Jakarta ini. Beliau sekaligus memberikan keynote speech untuk acara ini.

“Tema IKF tahun ini tentunya konsisten dengan kreatif knowledge dan bisa membawa negara kita ke tingkat berikut, level yang lebih tinggi,” kata Lembong.

Thomas T. Lembong juga menyatakan bahwa acara ini sesuai dengan program pemerintah Joko Widodo mengenai revolusi mental. Dengan adanya acara ini, para generasi muda dapat membuka pengetahuan dan mencari ide inovasi yang akan dikembangkan di kemudian hari.

“Akar daripada kreativitas dan pengetahuan adalah mindset, mental. Jadi kalau kita kreatif, serius pengetahuan, bisa serius naik kelas. Pertama kali ubah mental di bidang manajemen. Attitude is everything,” ujarnya.

Selain Lembong, pada hari pertama IKF V terdapat Pengamat Ekonomi A. Tony Prasetiantono, Deputi Akses Permodalan badan ekonomi Kreatif Fadjar Hutomo, Founder of Yayasan Surya Institute Yohanes Surya, dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya yang menjadi pembicara dan membagiakan pengetahuan serta pengalamannya kepada lebih dari 1.000 peserta yang hadir. (Adv)

BCA Senantiasa di Sisi Anda
(Berita BCA)
BCA Terdaftar dan Diawasi Oleh OJK

Editor: Advertorial
MOST READ
© 2014 PT Bank Central Asia Tbk dan Tribunnews.com
Atas
// START Nielsen Online SiteCensus V6.0 // COPYRIGHT 2010 Nielsen Online ?>