Kreativitas dan Pengetahuan Jadi Modal Sukses di Masa Depan

Kamis, 27 Oktober 2016 08:40 WIB
Kreativitas dan Pengetahuan Jadi Modal Sukses di Masa Depan

Berpikir kreatif sekarang ini sangat identik dengan generasi muda. Lalu bagaimana proses kreatif itu terjadi?

Yohanes Surya sebagai Founder of Yayasan Surya Institute dalam Indonesia Knowledge Forum V 2016, pada Kamis (06/10/2016) mengungkapkan bagaimana proses kreatif itu terjadi. Menurutnya kreativitas seseorang bisa timbul karena menjalani tiga tahap, yaitu saturasi, inkubasi, dan iluminasi.

Saturasi adalah tahapan di mana masuknya informasi-informasi ke dalam pikiran seseorang. Setelah masuk, informasi tersebut diserap dan dicerna oleh otak, itulah yang dinamakan inkubasi. Sedangkan iluminasi adalah tahapan seseorang memperoleh ide dari informasi-informasi yang didapatkan.

Selain ketiga tahapan tersebut, Yohanes juga menjelaskan bahwa otak manusia itu dapat mengatur suatu kondisi kritis dan menstimulasi untuk berpikir kreatif. “Jika sudah bisa menerapkan tiga tahapan tersebut, serta mengatur otak kita, maka sudah pasti kita dapat menjadi kreatif dan inovatif,” kata Yohanes.

Selain Yohanes Surya, acara yang diadakan oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui BCA Learning Service ini juga menghadirkan banyak pembicara hebat lainnya, seperti Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong yang memberikan keynote speech, CEO Tokopedia William Tanuwijaya, dan Pengamat Ekonomi A. Tony Prasetiantono.

Acara yang digelar mulai tanggal 6-7 Oktober 2016 ini memberikan banyak inspirasi bagi para generasi muda. Peserta yang hadir lebih dari 1.000 orang yang terdiri dari para eksekutif, profesional, dan juga masyarakat umum.

Sesuai dengan tema besar “Moving Our nation to the next Level”, kali ini BCA memilih tema “Optimizing Knowledge and Creativity to Ride the Wave of New Generation in Accelerating Indonesia Economy”.

Para peserta yang mengikuti IKF V ini pada umumnya ingin mendapatkan banyak pengetahuan dan inspirasi dari para pembicara.

“Dari acara pertama ada Thomas Lembong dari BPKM yang memberi banyak masukan menarik dan informatif. Beliau setuju dengan Nawacita Presiden mengenai revolusi mental untuk membawa bangsa kita ke level baru. Memang untuk menuju level tersebut, pikiran perlu di-upgrade, melangkah sejauh apa yang kita pikirkan, dengan begitu dapat membuka pintu-pintu baru buat kita,” ujar Victor Adiguna seorang General manager dari PT Tirta Varia Intiprama yang menjadi peserta.

Victor sendiri mengaku sangat tertarik dengan Avanti Fontana yang menjadi pembicara pada hari kedua IKF V. Hal tersebutkan disebabkan oleh beberapa artikel Avanti di internet terkait inovasi.

“Ada satu hal yang disampaikan, inovasi itu harus diukur, jadi selain melihat dari sisi input-output saja, kita harus melihat dari sisi income-nya.  Menurut saya itu pola pikir baik. Jadi dalam pekerjaan, bisnis tidak hanya program, tetapi program yang terukur,” katanya.

Bagi Victor, IKF V ini juga memberikan inspirasi yang banyak. Apalagi dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), perusahaan asing banyak yang masuk. Perusahaan lokal harus bisa kompetitif dengan inovasi. Oleh sebab itu, sumber daya manusianya juga harus bisa berinovasi semakin baik.

Berbeda dengan Victor, Dion Antonio Sundojo yang juga menjadi peserta IKF V ini mengaku baru pertama kali mengunjungi acara yang telah digelar sejak lima tahun lalu. Project Developer dari PT Parama Dharma ini mengaku sangat menantikan penampilan dari Emirsyah Satar.

“Kita tahu dulu Garuda Indonesia sempat mengalami kondisi yang kurang baik, sejak dipimpin Emirsyah Satar dan mencanangkan program Quantum Leap, terjadilah evolusi besar-besaran dalam Garuda Indonesia. Oleh karena itu, saya ingin mendengar langsung masukan dari beliau,” ujar Dion.

Kedua peserta IKF V, yang juga nasabah prioritas BCA ini berharap acara seperti IKF tetap terus ada karena sangat bermanfaat bagi masyarakat. “Banyak pakar dan praktisi yang menyampaikan knowledge. Harapannya, saya bisa melakukan knowledge yang telah diberikan dan bisa diterapkan,” ujar Victor.

Dion, yang bergelut di bidang kontaktor, juga merasa acara ini sangat penting karena persaingan MEA akan semakin terbuka lebar. Jadi tak hanya orang asing yang masuk ke Indonesia, orang Indonesia juga memiliki kesempatan yang sama untuk berkarir ke negara lain.

“Dengan adanya acara ini, saya bisa menambah pengetahuan baru terutama di luar bidang saya sendiri. Saya mendapat masukan baru. Dunia bisnis di Indonesia saling terkait, jadi yang saya pelajari di sini pasti akan berguna dan bermanfaat nantinya,” kata Dion.

BCA Senantiasa di Sisi Anda
(Berita BCA)
BCA Terdaftar dan Diawasi Oleh OJK

Editor: Advertorial
MOST READ
© 2014 PT Bank Central Asia Tbk dan Tribunnews.com
Atas
// START Nielsen Online SiteCensus V6.0 // COPYRIGHT 2010 Nielsen Online ?>