Melihat Cara Emirsyah Satar Mengubah Garuda Indonesia

Jumat, 11 November 2016 08:57 WIB
Melihat Cara Emirsyah Satar Mengubah Garuda Indonesia

Sahabat Prioritas ingin memulai suatu usaha, namun masih bimbang jenis usaha yang akan dilakukan? Atau Sahabat Prioritas sudah memiliki bisnis, namun belum mengetahui kemana arah bisnis perusahaan akan dibawa? Ada baiknya Sahabat Prioritas mencermati peribahasa Afrika, yang cukup menarik ini.

‘Every morning in Africa, a gazelle wakes up. It knows it must run faster than the fastest lion or it will be killed. Every morning a lion wakes up. It knows it must outrun the slowest gazelle or it will starve to death. It doesn’t matter whether you are a lion or a gazelle. When the sun comes up, you better start running’.

Jika diterjemahkan, lebih kurang peribahasa Afrika tersebut mengatakan, ‘Setiap pagi di Afrika, seekor rusa bangun. Ia tahu, ia harus berlari lebih cepat dari singa yang berlari paling cepat, atau ia akan menjadi santapan. Setiap pagi singa bangun. Ia tahu, ia harus berlari lebih cepat dari rusa yang berlari paling lambat, atau ia akan menderita kelaparan sampai mati. Tidak masalah apakah kamu singa atau rusa. Karena, ketika matahari tebit, sebaiknya kamu mulai berlari’.

Peribahasa tersebut memacu mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Emirsyah Satar dalam membawa Garuda dari perusahaan yang hampir mengalami kebangkrutan menjadi salah satu perusahaan terkemuka kelas dunia. Dalam diskusi di Indonesia Knowledge Forum (IKF) V-2016 yang diselenggarakan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui BCA Learning Center di Pacific Place pada 6-7 Oktober 2016, Emir membagikan pengalamannya saat membawa maskapai penerbangan berpelat merah itu menuju puncak kesuksesan.

Dengan mengusung tema “ How to Build Value Creation in Company”, Emir berbagi kisah mengenai langkah-langkah yang diambilnya dalam mengubah “One Dollar to  A Billion Dollar Company”. Emir menuturkan, dirinya bergabung sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia pada tahun 2005. Ketika bergabung, Garuda Indonesia mengalami kerugian hingga Rp 5 triliun. Saat itu, maskapai penerbangan Garuda Indonesia belum sebesar sekarang.

Emir menyadari bahwa perusahaan yang dipimpinnya bisa mengalami kebangkrutan. Dari situlah Emir mulai melakukan transformasi internal. Tentunya Emir melakukan berbagai inovasi untuk membenahi manajemen hingga sistem operasional Garuda Indonesia.

“Saat melakukan transformasi internal, saya menyadari bahwa Garuda Indonesia merupakan perusahaan yang hampir mengalami kebangkrutan. Kerugiannya sudah mencapai Rp 5 triliun,” ujar Emir di Forum diskusi IKF V.

bca

Emir mengungkapkan bahwa pelayanan yang diberikan Garuda Indonesia pada saat itu sangat buruk. Ditambah lagi dengan kinerja karyawan yang tidak maksimal dan banyaknya utang perusahaan. Dengan penuh keyakinan, Emir mulai berbenah dan memulai kerja kerasnya.

Hal pertama yang dilakukan Emir tentu saja mengembalikan komunikasi yang baik antara jajaran direksi Garuda Indonesia dengan karyawan di bawahnya. Hal itu dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan antara pimpinan dan bawahan. Sebab, Emir meyakini tanpa adanya kepercayaan, perusahaan sebesar apapun bisa mengalami keruntuhan.

Dari situlah, Emir mulai melakukan upaya komunikasi dengan seluruh jajaran karyawan Garuda Indonesia. Emir melakukan hal itu dengan penuh optimis. Tujuannya agar seluruh pesan dari atasan bisa benar-benar sampai kepada seluruh staf di bawahnya bahkan di tingkat yang paling bawah.

“Sering terjadi di perusahaan besar, sesuatu yang dikatakan oleh CEO tidak sampai ke staf di lapangan,” jelas Emir.

Selain itu, adanya respect dari karyawan kepada direksi juga sangat penting. Jika sudah begitu, karyawan bisa menghargai aset-aset yang dimiliki oleh perusahaan. Emir yang hobi bersepeda juga mengajak karyawannya untuk mengayuh sepeda bersama-sama. Hal ini dilakukan untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan para karyawannya.

Di bawah kepemimpinan Emir, Garuda Indonesia dikemas dengan berbagai pembaruan. Dua tahun kepemimpinannya Garuda berhasil melalui masa survival, hingga pada tahun 2010 Garuda berhasil melewati masa krisis. Menariknya lagi, servis yang dahulu setara dengan maskapai bintang tiga, kini berubah menjadi setara dengan maskapai bintang 5.

Berkat kekompakan team work yang dibangun Emir, Garuda Indonesia tidak lagi mengalami kerugian melainkan berhasil menambah keuntungan. Jika dahulu, Garuda Indonesia dikenal sebagai maskapai yang sering delay, kini reputasinya berubah total. Berkat inovasi yang dibawa Emir, Garuda Indonesia berhasil meraih berbagai penghargaan.

Emir juga berhasil membawa Garuda Indonesia menjadi salah satu maskapai terbaik di dunia. Jika dahulu Garuda Indonesia sempat dilarang terbang menuju Eropa,  pada tahun 2015 izin terbang menuju Eropa kembali didapatkan oleh Garuda Indonesia.

Dalam penutupan seminar, Emir menekankan, ‘Start running or you will be perished’. Yang artinya lebih kurang ‘Mulailah lari saat ini atau anda akan binasa’.

BCA Senantiasa di Sisi Anda
(Berita BCA)
BCA Terdaftar dan Diawasi Oleh OJK

Editor: Advertorial
MOST READ
© 2014 PT Bank Central Asia Tbk dan Tribunnews.com
Atas
// START Nielsen Online SiteCensus V6.0 // COPYRIGHT 2010 Nielsen Online ?>