Fatwa Haram Rokok

Pasar Rokok Cuek Bebek

Fatwa haram rokok yang dikeluarkan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah 8 Maret lalu tak membuat pelaku industri rokok khawatir. Selain punya pasar mapan, mereka menilai fatwa berbasis agama juga kurang kuat mempengaruhi masyarakat.

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM - Fatwa haram rokok yang dikeluarkan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah 8 Maret lalu tak membuat pelaku industri rokok khawatir. Selain punya pasar mapan, mereka menilai fatwa berbasis agama juga kurang kuat mempengaruhi masyarakat.

Produsen rokok merek Classmild, PT Nojorono Tobacco, menyatakan isu pengharaman rokok bukanlah hal baru. Dalam lima tahun terakhir, fatwa itu kerap kali mampir. "Berdasarkan pengalaman, pasar tak terpengaruh," kata Penasihat Senior Nojorono,Muhammad Warsianto, Minggu (14/3/2010).

Warsianto yakin, masyarakat Indonesia semakin cerdas dan bisa merespons secara proporsional isu yang beredar. Makanya, is tidak menurunkan target produksi rokok. Tahun ini, Warsianto yakin penjualan rokok perusahaannya akan tumbuh antara 5 persen - 10 persen. Tahun lain Nojorono memproduksi sekitar 10 miliar batang rokok.

Herman Surjadi, Direktur Utama Cakra, rokok yang beredar di Jawa Timur, berpandangan sama. la mengaku tidak khawatir pasar rokok Cakra tergerus. Sebab, produknya membidik segmen kelas C dan D atau orang desa. "Kaum Muhammadiyah lebih banyak di perkotaan dengan segmen intelektual," kata Herman. (*)

Penulis: Toni Bramantoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved