70 Persen Perusahaan Domestik Pakai Software Autodesk Bajakan
Business software alliance (BSA) yang beranggotakan para ventor software dunia sampai saat ini terus gencar memerangi pembajakan software yang kini angkanya masih tinggi di Indonesia.
Editor:
Toni Bramantoro
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Business
software alliance (BSA) yang beranggotakan para ventor software
dunia sampai saat ini terus gencar memerangi pembajakan software yang
kini angkanya masih tinggi di Indonesia.
Salah satu anggota
BSA yang tengah gencar melakukan program sosialisasi terhadap
penghargaan hak cipta software dan edukasi atas lisensi yang dimilikinya
adalah Autodesk.
Hampir 70 persen software Autodesk yang digunakan para pengguna akhir
pada umumnya adalah perusahaan, dimana software Autodesk yang tidak
berlisensi alias bajakan.
"Untuk tahap awal kita beri warning. Karena banyak ketidaktahuan dari
perusahaan bersangkutan maka kami beri penyuluhan ke perusahaan yang
menggunakan produk kita," License and Compliance Manager Autodesk
Fitriano Helmy kepada pers di Jakarta, Senin (28/6/2010).
Dikatakan produk piranti lunak Autodesk yang banyak dibajak adalah
jenis AutoCad, 3D Max, dan MAYA. Bagi pengguna software bajakan atau
underlicense, lanjut dia, akan kehilangan kesempatan memiliki tekhnologi
serta fitur-fitur terbaru yang ada dalam setiap pengembangan versi
terbaru dari semua produk Autodesk.
"Ke depan, BSA bersama Autodesk akan
menggencarkan penegakan hukum dengan aparat kepolisian," kata Turia.
Sementara itu, Country Manager BSA Indonesia, Donny A Sheyoputra mengatakan BS sebagai
aliansi pemegang hak cipta atas software mengharapkan penegak hukum
lebih gencar dalam memeriksa penggunaan software ilegal.
"Diharapkan ke depan tingkat pembajakan software di Indonesia termasuk
software Autodesk dapat terus ditekan agar tercipta citra positif di
mata internasional mengenai kualitas penegakan hukum atas hak cipta di
Indonesia," kata Donny.