• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribunnews.com

BTN Tunggu Aturan Tekhnis Pola Baru KPR Bersubsidi

Selasa, 10 Agustus 2010 01:21 WIB
BTN Tunggu Aturan Tekhnis Pola Baru KPR Bersubsidi
jabodetabek.com
Ilustrasi
Laporan wartawan Tribunnews.com, Hasanuddin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Bank Tabungan Negara (BTN) siap mengucurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi atau pola baru pembiayaan perumahan berupa Fasilitas Likuiditas (FL). Namun BTN masih menunggu turunnya petunjuk teknis (Juknis) dari Pemerintah.

"Kami belum menggunakan skim baru KPR karena belum ada petunjuk pelaksanaannya. Jadi kami masih pakai KPR bersubsidi yang transisi atau pola lama," kata Wakil Dirut Bank BTN Evi Firmansyah di Jakarta, Senin (9/8/2010).

Kendati belum menggunakan pola baru KPR bersubsidi, Evi mengaku, penyerapan KPR BTN tetap tinggi. "Loan growth KPR BTN Juni per Juni tumbuh 30 persen. Mungkin yang lama pasokan rumahnya kurang karena developer masih menunggu skim baru," katanya.

Menurut Evi, saat ini sudah sekitar 50 sampai 60 ribu unit rumah dibiaya dengan skim KPR bersubsidi lama namun semuanya masih kucuran KPR untuk landed house.

Sementara untuk Rusunami, imbuh Evi, belum ada yang direalisasikan karena masih menunggu petunjuk teknisnya. Meskipun daftar tunggunya sudah sangat banyak

"Prinsipnya BTN siap mengucurkan KPR dengan fasilitas likuiditas. Kalau memang bisa disampaikan ke kita maka kita akan cepat," urai Evi

Evi mengungkap, BTN sudah melepas obligasi sebesar Rp 1,6 triliun dengan tenor selama 10 tahun. Dana ini yang akan diblendid dengan dana FL. "Kalau pemerintah menyediakan Rp 2,6 triliun, berarti dana tambahan untuk FL sekitar 30 persen lagi atau cuma Rp 800an miliar. Dana itu sudah kita siapkan," ujar Evi.

Dia menambahkan, bagi BTN tertunda penerapan FL tidak mengganggu pertumbuhan kredit BTN karena loan growth kredit BTN tetap tinggi. Hanya saja, target program penyediaan hunian pemerintah bisa terganggu. "Kalau terlalu lama pengaruhnya ya tertunda kucuran FL," terangnya.
Tahun ini, pemerintah memang memasang target penyediaan RSH sebanyak 150 ribu unit dan 30 ribu unit rusunami. Biasanya, penyaluran KPR bersubsidi dari BTN mencapai sekitar 97 persen dari total target penyediaan RSH dan Rusunami.

Bagi Evi, belum adanya petunjuk teknis penyaluran, dikhawatirkan akan mengganggu kucuran Fasilitas Likuiditas. Alasannya, penyaluran FL untuk 30 ribu rusunami dalam 4 bulan tersisa tahun ini, akan sangat sulit direalisasikan sesuai target karena proses penyaluran FL membutuhkan proses.

Sebagai contoh, sambung Evi, proses administrasi dan verifikasi untuk penyaluran FL satu tower Rusunami atau sekitar 500-600 unit ruang  butuh waktu sekitar 2 minggu. Dengan waktu yang tersisa 4 bulan atau 16 minggu, maka kemungkinan hanya sebanyak 10 ribu unit rusunami saja yang bisa mendapat bantuan fasilitas likuiditas. (aco)
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Prawira Maulana
1 KOMENTAR
39428 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Nur Wahidin-Rabu, 25 Agustus 2010 Laporkan
    minta tolong info perumahan yang di subsidi, daerah depok dan bogor, tlg kirim lewat email aja. thx
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas