• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribunnews.com

Asosiasi BPD Dukung Transparansi Bunga Kredit

Jumat, 24 September 2010 16:52 WIB
Laporan wartawan Tribunnews.com, Hasanuddin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Winny Erwindia mendukung rencana Bank Indonesia (BI) mengenai transparansi bunga kredit ke masyarakat.

"Aturan BI soal transparansi bunga kredit itu tidak masalah. Itu kan hanya range (kisaran bunga kredit). Namun setiap bank macam kredit risikonya beda. Yang disampaikan di media itu range saja dan indikasi (nilai kredit) saja. Angkanya bisa di atas atau di bawah sedikit. Tapi BI harus dipertimbangkan semangat berbisnis," kata Winny kepada pers di sela "Halal Bihalal dan Peresmian Kantor Asbanda" di Jakarta, Jumat (24/9/2010).

Menurut dia, bunga kredit masing-masing bank pada dasarnya berbeda tergantung jenis dan risiko kredit yang didanai. "Misalnya beda bunga kredit yang diberikan ke pedagang A dan pedagang B karena risikonya beda meski dananya sama," papar Winny.

Apalagi, lanjut dia, bank yang fokus pada segmen tertentu lebih detail dalam memberikan bunga kredit.

Data Asbanda, total kredit dari 26 BPD anggota Asbanda per Juni 2010 mencapai Rp 132,740 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 120,754 triliun per Desember 2009 atau tumbuh 9,9 persen.

Dengan total aset per Juni 2010 mencapai Rp 237,912 triliun meningkat dibandingkan Desember 2010 yakni Rp 200,542 triliun atau tumbuh 18,63 persen.

Adapun total dana pihak ketiga (DPK) naik dari Rp 143,262 triliun per Desember 2009 menjadi Rp 192,674 triliun per Juni 2010 atau tumbuh 30,49 persen.

Sementara perolehan laba operasional (operations profit) sampai Juni 2010 sebesar Rp 4,061 triliun dan diproyeksikan naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp 6,688 triliun per Desember 2009 atau tumbuh 39,28 persen.

Modal (capital) yang disetor dari Rp 20,366 triliun per Desember 2009 menjadi Rp 20,699 per Juni 2010 atau tumbuh 1,44 persen.
Menurut Winny, masing-masing bank memiliki selera dan parameter dalam menentukan jenis dan nilai suku bunga kredit.

"Kalau BI mau menetapkan suku bunga kredit bank semu disamakan, kami pikir itu akan ada kendala karena masing-masing bank ada selera dan jenis suku bunga masing-masing. Tingkat efisiensi bank beda-beda dan tidak boleh disamakan. Ada bank yang turun kinerjanya dan ada yang lebih baik. Jadi
pricing ditentukan masing-masing bank," papar Winny.

Direktur Utama Bank Kaltim Aminuddin mengatakan masalah pengumuman suku bunga kredit ke publik akan mengikuti mekanisme pasar dimana berlaku standar ukuran penjual dan pembeli.

Saat ini 80 persen pembiayaan BPD ke sektor UMKM. Terutama untuk penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat), kini ada 13 BPD yang menyalurkan KUR dengan target penyaluran KUR Rp 2,86 triliun selama 2010. (aco)
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Anwar Sadat Guna
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas