• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 28 Agustus 2014
Tribunnews.com

Simpanan Deposito di Bank Turun Jelang Pergantian Tahun

Rabu, 22 Desember 2010 14:04 WIB
Simpanan Deposito di Bank Turun Jelang Pergantian Tahun
Tribunnews.com/dok
ilustrasi pegawai di Bank Indonesia menyusun uang pecahan Rp 100 ribu belum lama ini.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasanuddin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Menjelang pergantian tahun atau pada periode 13 hingga 17 Desember 2010, Bank Indonesia mencatat terjadi penurunan tipis pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) atau simpanan masyarakat di bank.

Penurunan simpanan di bank terutama pada komponen deposito Rp 5,78 triliun dan giro Rp 1,63 triliun.

Penurunan secara keseluruhan yakni sebesar Rp1,94 triliun menjadi Rp 2.217,27 triliun saat ini. "Penurunan tersebut disebabkan turunnya DPK valas sebesar Rp 9,32 triliun sedangkan DPK rupiah naik Rp 7,38 triliun," kata Kepala Biro Humas BI Difi A Johansya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (22/12/2010).

Dengan perkembangan tersebut, BI mencatat secara ytd (year to date) DPK telah meningkat Rp 246,82 triliun (12,53%) atau secara yoy (year on year) sebesar Rp 312,52 triliun (16,41%).

Menurut Difi, jka dilihat per komponen, penurunan DPK selama pekan laporan disebabkan turunnya deposito dan giro masing-masing sebesar Rp 5,78 triliun dan Rp 1,63 triliun.

Penurunan pada dua komponen tersebut terutama terjadi pada instrumen valas, dimana deposito valas turun Rp 2,99 triliun dan giro valas turun Rp 6,07 triliun.
"Sedangkan tabungan naik sebesar Rp 5,47 triliun," kata Difi.

Adapun DPK rupiah meningkat pada 3 kelompok bank (swasta, Persero dan KCBA), tertinggi pada kelompok Bank Persero (Rp 5,84 triliun), sedangkan 2 kelompok bank lain (Campuran dan BPD) mengalami penurunan masing-masing sebesar Rp 3,98 triliun dan Rp 0,67 triliun.

Sementara itu, DPK valas hanya naik pada kelompok KCBA sebesar Rp 0,67 triliun, sedangkan 4 kelompok bank yang lain (swasta, Persero, Campuran dan BPD) mengalami penurunan, terbesar pada kelompok bank Persero (Rp 7,72 triliun) dan terendah pada kelompok BPD (Rp 0,01 triliun).

"Dalam denominasi valas, DPK turun USD 1,02 miliar, tertinggi pada kelompok bank Persero (USD 0,85 miliar)," kata Difi.
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Anwar Sadat Guna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
72970 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas