Jumat, 21 November 2014
Tribunnews.com

Inovasi Baru Mesin Diesel Mitsubishi

Sabtu, 16 April 2011 07:39 WIB

Inovasi Baru  Mesin Diesel  Mitsubishi
Mitsubishi Corporation
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-  Inovasi mesin diesel terus berlanjut dengan penemuan sistem Common Rail Direct Injection. Teknologi ini dirancang untuk memperbesar tekanan bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar dengan memasok solar ke mesin dari semua injektor menggunakan wadah atau rel yang sama.

Pada sistem common rail, distributor pompa injeksi digantikan oleh sebuah pompa bertekanan sangat tinggi yang dapat menghasilkan solar bertekanan tinggi, kelebihannya adalah peggunaanya tetap menggunakan bahan bakar Bio Solar atau Solar biasa.

Pengembangan kami terus berlanjut dengan melakukan inovasi dengan mengadopsi Variable Geometry Turbo (VGT) pada mesin diesel Mitsubishi 2.5 Liter DOHC 16-valve Common Rail Direct Injection, yang mampu memberikan torsi maksimum di seluruh rentang RPMnya.

Ajang Rally Dakar  merupakan laboratorium alam  untuk pengetesan ketangguhan mesin yang kemudian menjadi dasar pengembangan teknologi Mitsubishi.Telah lebih dari 25 tahun berkompetisi di ajang Rally Dakar, dengan rekor 7 kemenangan berturut-turut dan total 12 kemenangan, menjadi  pengalaman dan  kekuatan untuk mengembangkan teknologi terdepan.

Pengalaman yang  panjang dan bersejarah di ajang  kompetisi lintas negara  tersebut pada tahun 1983         di ajang rally Dakkar,  membuat kompetisi ini menjadi  ajang pembukitan ketangguhan, kekuatan dan ketahanan dari mesin tersebut.  Pada 2009 Mitsubishi pertama kali menggunakan mesin diesel pada kendaraan Mitsubishi diajang Rally Dakar.


Secara umum memasuki abad ke-21, kinerja mesin diesel sudah mulai menyamai mesin bensin. Mesin diesel sekarang tidak hanya memiliki torsi yang besar dan hemat bahan bakar, namun juga mempunyai akselerasi yang cukup prima. Mesin diesel pun tidak hanya dipakai oleh kendaraan truk besar, tetapi dipergunakan pula sebagai penggerak kendaraan penumpang mewah.

Para ahli mesin pun terus mencari cara untuk memperbaiki kinerja semburan solar ke dalam ruang bakar agar kinerja dapur pacunya meningkat. Akhirnya digunakanlah sistem injeksi bahan bakar, sehingga mesin diesel dapat dikatakan sebagai pelopor teknologi injeksi. Mengikuti perkembangan teknologi elektronik, mulai tahun 1989 kerja peranti direct injection diatur oleh ECU (Engine Control Unit).   Saat proses injeksi, jumlah bahan bakar, sirkulasi gas buang dan peranti turbo diatur secara elektronis.   Ini menghasilkan mesin diesel yang ramah lingkungan.

Itu pun diterapkan pada mesin diesel keluaran Mitsubishi, yang sejak tahun 1980-an dipercaya untuk berbagai pekerjaan berat, serta berkontribusi di berbagai jenis usaha dan ikut membantu menjalankan roda  perekenomian di Indonesia.  Hingga kini, Mitsubishi pun terus mengembangkan teknologi mesin dieselnya.

Inovasi mesin diesel terus berlanjut dengan penemuan sistem Common Rail Direct Injection. Teknologi ini dirancang untuk memperbesar tekanan bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar dengan memasok solar ke mesin dari semua injektor menggunakan wadah atau rel yang sama.

Pada sistem common rail, distributor pompa injeksi digantikan oleh sebuah pompa bertekanan sangat tinggi yang dapat menghasilkan solar bertekanan tinggi, kelebihannya adalah peggunaanya tetap menggunakan bahan bakar Bio Solar atau Solar biasa.

Untuk memberikan performa mesin yang lebih baik lagi kepada konsumen, Mitsubishi mengembangkan teknologi tersebut dan fokus pada peningkatan tenaga tanpa harus menambah kapasitas silinder mesin. Sehingga dapat menambah kenyamanan berkendara.

Liter DOHC 16-valve Common Rail Direct Injection, yang mampu memberikan torsi maksimum di seluruh rentang RPMnya.


Cara kerja VGT sangat canggih karena  saat volume gas buang  sedikit dan kondisi RPM rendah sampai menengah, maka sirip-sirip di dalam VGT secara otomatis bergerak menutup sehingga lorong gas buang menyempit, yang menyebabkan gas buang dapat memutar turbin lebih cepat.

Untuk jenis turbo non-VGT, volume gas buang yang sangat sedikit bergerak ke dalam lorong yang lebar, sehingga kecepatan udara menurun dan membuat turbin berputar lebih lambat, kondisi ini membuat turbo kurang dapat bekerja secara optimal.

Pada  kondisi RPM tinggi, volume gas buang  akan padat. Sehingga sirip-sirip VGT bergerak membesar. Hal ini akan mengurangi tekanan balik gas buang dan menjaga  kecepatan turbin.

Fungsi VGT adalah mengoptimalkan kinerja turbin untuk mencapai torsi tinggi pada kecepatan rendah dan mengeluarkan kekuatan maksimal pada kecepatan tinggi, sehingga dapat menghasilkan tenaga mesin yang sangat besar, 178 PS pada 4.000 RPM. Inovasi tersebut juga didukung dengan penyempurnaan di beberapa komponennya antara lain:  Penggunaan Variable Geometry Turbo (VGT) untuk mendapatkan tenaga yang besar, Sistem Injektor untuk meningkatkan efisiensi pembakaran. Ruang bakar yang dioptimalkan

Penggunaan teknologi Variable Geometry Turbo (VGT) memungkinkan menghasilkan daya yang besar tanpa harus meningkatkan kapasitas mesin (cc) sehingga  tenaga menjadi lebih efisien.

Kekuatan yang dihasilkan mesin pun lebih unggul, dengan kontrol emisi yang sangat baik. Sehingga pembakaran lebih bersih, emisinya rendah dan suara mesin menjadi halus.

Teknologi ini adalah inovasi terbaru Mitsubishi ini dirancang untuk memberikan yang terbaik bagi konsumen. Kami menyebut teknologi tersebut  dengan nama DI-D High Power.
Penulis: Budi Prasetyo

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas