• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Migrasi Sistem Penagihan Telkomsel Belum Kelar

Rabu, 14 September 2011 19:14 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno mengakui saat ini pihaknya tengah melakukan migrasi sistem penagihan (billing). Proses migrasi ini memungkinkan terjadnnya salah tagih oleh Telkomsel ke pelanggan.

Perpindahan sistem tersebut, jelasnya, saat ini telah diselesaikan sebanyak 80 persen, atau untuk sekitar 80 juta pelanggan dari 106 juta pelanggan.

"Pada Juni lalu kami melakukan freezing network, sehingga belum bisa melanjutkan migrasi. Kita harapkan pada November nanti migrasi sistem penagihan selesai dilakukan," kata Sarwoto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/9/2011).

Akibat adanya migrasi sistem tersebut, sejumlah kesalahan penagihan terjadi terhadap pelanggan baik untuk pelanggan prabayar dan pascabayar. Sebagai contoh, pelanggan layanan iPhone walaupun sudah mengambil paket unlimited, tetap dikenakan tarif data biasa, sehingga pulsa terkuras atau tagihannya membengkak.

Sarwoto berjanji Telkomsel segera mengganti kesalahan penagihan tersebut.

"Bagi pelanggan yang benar mengalami kesalahan tagihan, kami menyiapkan pergantian. Tinggal datang ke pusat pelayanan dan dilihat kasusnya. Kompensasi berupa pulsa yang hilang untuk pemakaian bulan depannya," jelasnya.

Sarwoto meminta pelanggan untuk berhati-hati menggunakan jasa data karena membutuhkan ketelitian dalam setting perangkat. Menurutnya, sebaiknya setting akses di ponsel dalam kondisi manual.

"Ini sangat baik bagi pelanggan yang sedang melakukan roaming ke luar negeri. Edukasi yang intensif ini kami lakukan bagi paket layanan Haji karena di Arab Saudi itu tarif roaming-nya salah satu yang mahal," jelasnya.Migrasi sistem tersebut dilakukan setelah tender operating system sofware (OSS) Billing Software System (BSS) seharga Rp 1,2 triliun selesai pada akhir Februari lalu dengan menunjuk Amdocs sebagai pemenang.

Penulis: Hendra Gunawan
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas