• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribunnews.com

Kentang Impor Untuk Industri Beredar di Pasar Konsumsi

Jumat, 14 Oktober 2011 19:10 WIB
Kentang Impor Untuk Industri Beredar di Pasar Konsumsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Terkait polemik kentang impor yang membanjir dan memukul petani kentang lokal, Menteri Pertanian Suswono menemukan ada 2 permasalahan.

Masalah yang muncul adalah membanjirnya kentang impor dan merembesnya kentang impor untuk industri di pasar tingkat konsumen. Dua akar masalah itu sendiri, menurutnya di luar belum adanya aturan tata niaga Kentang.

Menurut Suswono, selama ini yang diatur dan direkomendasikan Kementerian Pertanian adalah impor bibit atau benih kentang.  Dan itu yang memang ada rekomendasinya dari Menteri Pertanian.

Lebih lanjut Suswono menyebutkan bahwa produksi kentang dalam negeri tiap tahunnya adalah sebesar 1 juta ton. “Memang kita belum punya data persisnya konsumsi ini berapa. Di situ kuncinya,” ujar Suswono saat jumpa pers, Expo Nasional Inovasi Perkebunan 2011, di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (14/10/2011).

Dia melanjutkan sejauh ini kentang impor tidak terlalu menggangu karena terbatas pada jenis tertentu dan ditujukan untuk pasar industri bukan ke langsung tingkat konsumen.

Dan impor selama ini hanya sekitar 40 ribu ton per tahunnya. “Memang tiap tahun ada kenaikkan,” akunya.

Tapi yang menjadi persoalan, demikian ditegaskannya, tahun ini sampai bulan Juni saja itu sudah masuk kentang impor di atas lima puluh ribu ton.

Diperparah lagi, kentang impor yang ditujukan untuk industri, malah merembes atau masuk ke pasar konsumen yang menjadi pasar utama kentang dalam negeri. “Dan ini kebetulan, yang seharusnya masuk ke industi dan beredar di pasar, yang selama ini menjadi pasarnya dalam negeri. Ini yang menghantam,” sebutnya.

Hantaman telak itu, benar-benar memperburuk harga kentang lokal. “Harga kentang impor itu sekitar Rp3 ribu. Padahal BEP petani paling minim Rp4 ribu. Nah ini kok kentang impor dijual dengan harga yang begitu rendah. Tentu saja itu memukul para petani,” ungkapnya.

Dengan adanya masalah ini, imbuhnya, ada penyadaran agar  antarkementerian terkait untuk saling berkordinasi. Diakuinya bahwa selama ini memang Kementerian Perdagangan tidak pernah berkordinasi dengan Kementerian pertanian untuk kebijakan impor kentang.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Yudie Thirzano
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
171875 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas