• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribunnews.com

Aprindo Minta Pemerintah Permudah Perizinan UMKM

Senin, 28 November 2011 19:59 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pedagang Ritel Indonesia (Aprindo) Pudjianto meminta Pemerintah Daerah DKI Jakarta mempermudah pemberian ijin bagi usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM).

“Saya minta kepada pemda DKI agar peijinan bisa dipermudah untuk UMKM. Karena tidak mungkin UMKM selamanya tidak punya izin. Apalagi dari ditjen perpajakan juga mulai menggiatkan itu,” demikian ia mengungkapkan kepada wakil pemda DKI yang hadir juga dalam acara Bedah Warung, kerjasama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan, di Jakarta, Senin (28/11/2011).

Hal senada juga pernah didegungkan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang meminta kepada pemerintah agar memberi kemudahan dan kemurahan biaya terkait perijinan kepada sektor usaha kecil menengah (UKM).

Permintaan itu diungkapkan Ketua APINDO, Sofyan Wanandi di Kantor Kementerian Perindustrian, di Jakarta Senin (11/7/2011). Pasalnya, hingga saat ini biaya perijinan usaha yang dipatok oleh pemerintah dinilai terlalu mahal.

"Ijinnya memang susah dan mahal sekali, belum kalau bicara ijin industri makanan dan minuman dari BP POM dan Kementerian Kesehatan. Oleh sebab itu, ini yang harus segera dibenahi agar bisa dipermudah. Masa ijin untuk industri besar dan kecil biayanya tidak ada bedanya. Inilah yang kita perlukan," tukasnya.

Lebih lanjut, Pudjianto mengatakan bukan masalah perijinan saja, demikian dia mengatakan. Tapi dia mengharapkan juga semua lembaga baik pemerintahan maupun di luarnya, bisa saling berkoordinasi untuk menciptakan dan mendukung iklim usaha bagi UMKM di tanah air.

“Terutama mengenai perbankan. Perbankan juga suatu hal yang penting. Karena tanpa modal pengusaha juga tentunya tidak akan berhasil,” kritiknya.

“Saya pikir apa yang dilakukan oleh Alfamart ini (acara Bedah Warung dan temu UMKM-red), bukan yang pertama dan bukan yang terakhir yang dilakukan oleh semua anggota Aprindo. Aprindo adalah asosiasi pengusaha retail Indonesia bukan asosiasi pengusaha retail modern Indonesia. Jadi di dalam aprindo juga ada UKM, juga ada pedagang tradisional,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia mengajak para pedagtang kecil yang hadir untuk bergabung untuk bersama-sama membangun ritel di Indonesia.

“Saya berpesan, ini tidak akan berhasil kalau tidak ada saling percaya antara pedagang, pengusaha modern dan pengusaha kecil. Itu karena tidak ada yang gratis di dunia ini. Yang ada adalah saling kerjasama membangun kemitraan yang menguntungkan di keduabelah pihak, “ pesannya.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
0 KOMENTAR
187698 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas