Dana Asing akan Banjiri Pasar Obligasi Domestik

"Aliran modal asing ke Indonesia bisa deras mulai tahun depan

Dana Asing akan Banjiri Pasar Obligasi Domestik
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Ilustrasi pergerakan bursa efek/saham.

TRIBUNNEWS.COM JAKARta. Begitu Fitch Ratings mengerek peringkat utang Indonesia ke kasta investment grade, harga obligasi negara langsung menanjak. Sedang imbal hasil atau yield surat utang menyusut.

Satu contoh, yield obligasi pemerintah Indonesia berdenominasi dollar Amerika Serikat (AS) yang jatuh tempo 2021 menurun dari sebelumnya 4,30% menjadi 4,03%. Harga obligasi yang diterbitkan perusahaan swasta Indonesia yang bergerak di sektor batubara juga meningkat.

"Aliran modal asing ke Indonesia bisa deras mulai tahun depan. Ini berdampak pada penurunan yield," ujar Rahmat Waluyanto, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Jumat (16/12/2011).

Tapi Rahmat menduga penurunan yield obligasi negara di 2012 tidak terlalu tajam. Alasan dia, pemodal asing sudah lama memperkirakan kenaikan peringkat Indonesia ke level investment grade.

I Made Adi Saputra, analis obligasi NC Securities, mengatakan pelaku pasar obligasi bereaksi positif atas predikat investment grade Indonesia. "Global bond yang jatuh tempo 2012 naik 40 basis poin dibandingkan hari sebelumnya dan diikuti penurunan yield," tutur dia.

Semakin marak

Analis juga melihat pasar obligasi Indonesia bakal semakin marak pada tahun depan. Setelah Fitch, pelaku pasar kini menunggu aksi dua lembaga pemeringkat lainnya, yakni Moody\'s Investors Service dan Standard & Poor\'s (S&P). Moody\'s dan S&P diperkirakan akan mengikuti jejak Fitch, memberi Indonesia status layak investasi.

Dus, investor asing bakal merangsek masuk pasar Indonesia. "Indonesia masih memberikan return menarik dibandingkan negara lain yang memiliki rating sejenis," ujar Ariawan, analis obligasi Mega Capital Indonesia.

Tapi analis mengingatkan ketidakpastian global masih membayangi pasar domestik. Pasar obligasi diperkirakan masih berfluktuasi di 2012.
Karena itu, yield SUN tidak akan turun terlalu jauh dibandingkan tahun ini. Yield SUN bertenor 10 tahun diperkirakan 6,1%-6,5% pada 2012.
Adapun SUN bertenor 20 tahun akan mencatatkan yield 7,1%-7,5%.

"Asing akan masuk ke SUN bertenor 10 tahun, 15 tahun, atau 20 tahun. Sebab, seri-seri tersebut akan menjadi benchmark pada tahun depan," ujar Ariawan.

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Kontan
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved