Selasa, 3 Maret 2015
Tribunnews.com

Petambak Keluhkan Udang Kawasan Berikat

Senin, 20 Februari 2012 08:08 WIB

Laporan Wartawan Kontan, Handoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Petambak udang mengeluhkan adanya indikasi merembesnya pemasaran produk udang kawasan berikat ke konsumen dalam negeri. “Kami belum paham, bagaimana mekanisme pemasaran untuk produk udang di kawasan berikat tersebut," kata Ketua Shrimp Club Indonesia (SCI) Iwan Sutanto, akhir pekan lalu.

Ia menambahkan, seharusnya perusahaan yang berstatus kawasan berikat tidak boleh menjual produknya di dalam negeri.

Dugaan merembesnya produk udang membuat harga udang ditingkat petambak menjadi turun. Pasalnya, perusahaan berikat ikut menjual produknya ke eksportir lokal, sehingga tidak langsung dipasarkan sendiri.

Iwan mengurai, saat ini harga udang vaname berada di kisaran Rp 42.000 per kilogram (kg) dengan isi 50 ekor, turun 19,23 persen dibandingkan tiga bulan yang lalu sekitar Rp 52.000 per kg.

Selain harga udang yang terus menyusut, merembesnya pemasaran udang kawasan berikat mengakibatkan masa panenan mundur hingga dua sampai tiga minggu. "Mundurnya masa panen, membuat biaya produksi menjadi naik," kata Iwan.

Meski tidak merinci, namun Iwan bilang, harga pokok produksi (HPP) udang untuk 1 kg berada di kisaran Rp 35.000 per kg, namun karena masa panen molor biaya produksi membengkak 5 -10 persen per kg.

Halaman12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Kontan
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas