Elsa Sukses Memupuk Bisnis Pupuk di Dunia Maya

Ketidaksengajaan bisa menjadi awal sukses seseorang. Inilah yang dialami oleh Elsa Rosyidah

Elsa Sukses Memupuk Bisnis Pupuk di Dunia Maya
Kontan
Elsa Rosyidah

Laporan Wartawan Kontan, Fransiska Firlana

TRIBUNNEWS.COM - Ketidaksengajaan bisa menjadi awal sukses seseorang. Inilah yang dialami oleh Elsa Rosyidah, pemilik toko online bertajuk tokopupuk.net. Niat baiknya untuk menolong teman, ternyata, justru membuatnya menjadi seorang wirausahawan.

Bisnis online memang bukan hal baru. Praktik berjualan produk hingga jasa lewat dunia maya itu sudah jamak dilakukan banyak orang. Begitu pula berjualan pupuk secara online. Meski banyak yang telah melakukannya, tapi sedikit yang fokus dan serius menggarap lahan ini.

Salah satu orang yang sukses berbisnis pupuk secara online adalah Elsa Rosyidah. Lewat tokopupuk.net, ia sukses memasarkan pupuk secara luas dan menjangkau beberapa kota di Indonesia. Elsa sendiri melihat, saat ini ada cukup banyak penjual pupuk di dunia maya. “Tapi, tidak semua dilakukan secara serius. Maksudnya, toko pupuk online tersebut tidak dikelola sedemikian rupa sehingga mendatangkan pembeli,” kata perempuan kelahiran Jawa Tengah, 25 Juni 1985 ini.

Meski berawal dari keisengan, permintaan pasar yang semakin membesar mendorong Elsa lebih serius menggeluti pupuk online-nya. Apalagi, ia menyaksikan sendiri, banyak petani yang kesulitan memperoleh pupuk karena produk ini hilang atau tidak tersedia di pasar.

Pangkal persoalannya adalah pemasaran yang tersendat dan rantai distribusi yang terlalu panjang. “Jalur distribusi dari pabrik pupuk hingga petani terlalu panjang. Tapi, dengan toko online ini, jalur distribusi itu bisa diperpendek,” ujar Elsa. Melalui toko online, petani bisa langsung membeli dari pabrik dan distribusi pupuk ini bisa diakses di pelosok negeri.

Sejak tahun 2009 hingga 2011, toko pupuk online Elsa sudah menjual 1,2 juta kilogram (kg) pupuk atau setara 1.200 ton. Jangkauan wilayahnya sampai Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Pupuk yang ia jual antara lain NPK Niphoska, pupuk SP 36 Ladang Subur, pupuk NPK Mitrophoska, dan pupuk NPK Daun Dunia.

Sejatinya, Elsa tak mempunyai cita-cita menjadi pengusaha pupuk. Sebab, awalnya, dia tidak memahami seluk-beluk pupuk, termasuk aspek bisnisnya. “Saya kenal pupuk, ya, sejak mulai menjualnya. Sebelumnya, saya tidak tahu seluk-beluk pupuk,” kata istri Agung Purnomo ini.

Elsa bercerita, bisnis ini bermula dari ketidaksengajaan. Semua berawal pada 2009, saat ia masih kuliah semester lima di jurusan teknik pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. “Awalnya, saya cuma membantu teman yang memiliki perusahaan pupuk di Pasuruan, Jawa Timur,” katanya.

Beberapa kali, teman Elsa yang menjadi pemilik CV Dewi Sri Rama, produsen pupuk nonsubsidi, ditipu oleh agen pemasaran. Pupuk laris terserap pasar, tetapi pembayaran macet. Modusnya, agen pemasar tidak memenuhi komitmen pembayaran penuh dan hanya mau membayar 25%.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help