Kamis, 2 April 2015
Tribunnews.com

Harga Batubara Anjlok

Selasa, 22 Mei 2012 10:27 WIB

Harga Batubara Anjlok
Dok
Batubara saat diangkut dengan menggunakan kereta

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA. Harga batubara terus menurun sejak akhir tahun 2011 hingga sekarang. Harga batubara di tiga bulan pertama tahun ini, lebih rendah dibandingkan dengan harga pada periode yang sama tahun lalu.

Supriatna Sahala, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), mengatakan, tren penurunan harga batubara terjadi sejak November 2011 akibat produksi berlebih.

Tahun lalu harga batubara pernah mencapai harga tertinggi US$ 120 per ton. Kini, harga batubara di bawah US$ 100 per ton, posisi terendah dalam 18 bulan terakhir.

Harga Batubara Indonesia Referensi (HBA) untuk pembangkit listrik dengan kandungan kalori 6.322 per kilogram turun menjadi US$ 102 per ton, terendah sejak November 2010. Pada April, HBA mencapai US$ 105,61 per ton.

Salah satu penyebab penurunan harga batubara ini adalah akibat kelebihan produksi batubara. Supriatna mengungkapkan, produksi batubara pada periode Januari-Maret 2012 justru meningkat tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. "Selama tiga bulan pertama tahun ini, produksi batubara mencapai 102 juta ton, lebih tinggi daripada periode yang sama tahun lalu yang sebesar 90 juta ton," ujar dia, Senin (21/5).

Kendati harga makin merosot, pengusaha tidak memangkas produksi, justru makin menggenjot produksinya. Musim hujan juga tak menghalangi produksi batubara. Padahal biasanya produksi batubara merosot di saat musim hujan. "Pengusaha itu yang penting profit. Tidak peduli harga naik atau turun, asal masih ada untung produksi tetap jalan," jelas dia.

Produksi 400 juta ton

Halaman12
Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Kontan
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas