Jumat, 19 Desember 2014
Tribunnews.com

Pedagang Mulai Naikkan Harga Jual Daging

Jumat, 25 Mei 2012 22:42 WIB

Pedagang Mulai Naikkan Harga Jual Daging
(Tribunnews/Hendra Gunawan)
Daging sapi

TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Garut mulai merangkak naik. Saat ini harganya mencapai Rp 70 ribu per kilogram. Padahal dua pekan lalu, harganya hanya sekitar Rp 65 ribu per kilogram.

Ny Lenti (50), salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Mandalagiri, Kecamatan Garut Kota, mengatakan sejak dua pekan lalu ia terpaksa menjual daging sapi dengan harga baru yakni mencapai Rp 70 ribu per kilogramnya.

"Dua pekan lalu saya masih menjual Rp 65 ribu sampai Rp 68 ribu per kilogramnya," kata Lenti saat ditemui di Pasar Mandalagiri Garut, Jumat (25/5/2012).

Menurut dia, kenaikan harga daging sapi disebabkan naiknya harga sapi timbang hidu. Namun Lenti enggan menjelaskan berapa kenaikan harga daging sapi timbang tersebut.

"Ya dari bandarnya memang naik. Harga per ekor sapi juga katanya naik," kata wanita berkerudung itu.
Namun ia menduga kenaikan harga ini disebabkan kurangnya pasokan sapi potong dari Jawa Tengah. Menurunnya pasokan itu disebabkan karena para peternak yang mulai mempersiapkan sapi potong untuk kebutuhan menjelang bulan suci Ramadan.

Pedagang lainnya, Enjang (45), mengatakan saat ini harga daging sapi mengalami kenaikan antara Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu per kilogramnya menjadi Rp 70 ribu hingga Rp 72 ribu per kilogram dari harga sebelumnya yang hanya Rp 65 ribu hingga Rp 68 ribu per kilogram.

Menurut pedagang di Pasar Ciawitali, Kecamatan Tarogong Kidul itu, para pedagang daging sapi dikejutkan dengan naiknya harga daging sapi dari pemasok. Kenaikan harga itu, kata dia, kemungkinan besar akan terus terjadi hingga menjelang bulan Ramadan.

"Bahkan kemungkinan harganya akan terus naik, apalagi sebentar lagi menjelang bulan puasa," kata dia.
Meski harganya merangkak naik, Enjang mengaku tak sampai kehilangan pembeli. Apalagi kata Enjang, banyak warga yang menggelar hajatan pada bulan ini membawa berkah tersendiri bagi para pedagang daging sapi.

"Para pelanggan tetap membeli karena di penjual daging sapi yang lain pun harganya sama. Cek saja, seluruh Garut harganya sama, naik semua. Apalagi banyak juga yang beli buat hajatan," katanya.
Cicih Juariah (42), warga Pataruman Garut, mengaku sempat kaget ketika mengetahui harga daging sapi naik. Namun setelah mengecek ke beberapa kios daging, dia tetap membeli daging setelah mengetahui semua pedagang daging menaikkan harga jual.

"Minggu lalu harganya masih Rp 65 ribu, tapi sekarang sudah Rp 70 ribu per kilonya. Ya meski berat, saya tetap membeli untuk keperluan hajatan," kata ibu tiga anak ini.

Meningkatnya harga daging sapi ini diakui oleh Sekretaris Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Jawa Barat, Robi Agustiar. Menurut Robi, ada beberapa faktor yang  menyebabkan melambungnya harga daging sapi di sejumlah daerah di Jawa Barat.

Menurut Robi, sebenarnya pasokan daging sapi masih terbilang normal. Namun pada beberapa pekan terakhir, kata dia, permintaan akan daging sapi melonjak tajam. "Otomatis harganya jadi melambung," ujar Robi saat dihubungi Tribun melalui ponselnya.

Baca juga:

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas