Sabtu, 31 Januari 2015
Tribunnews.com

Nilai Tukar Rupiah Menurun

Rabu, 30 Mei 2012 18:34 WIB

Nilai Tukar Rupiah Menurun
ist
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness

TRIBUNNEWS.COM PONTIANAK - Penurunan kurs rupiah terhadap dolar AS hingga di posisi 9.600 selama tiga pekan terakhir dinilai pengusaha akan berdampak pada harga barang di semua sektor yang akhirnya memberatkan konsumen.

Sekretaris Apindo Kalbar, Evo Evelina Maria, mengatakan melemahnya nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS bukan hanya memberatkan importir tapi juga berdampak kepada eksportir.
Penguatan nilai dolar AS atas rupiah dapat mempengaruhi pengusaha asing menghentikan sementara pengiriman produk dari Indonesia khususnya dari Kalbar. Dengan demikian, otomatis stok barang menumpuk akhirnya justru harga jual menurun yang dapat berdampak pada perekonomian Kalbar.

"Nilai tukar rupiah terhadap dolar semakin melemah artinya berat untuk semua sektor. Ekspor akan menurun demikian juga impor yang akhirnya mengganggu perekonomian Kalbar," ujarnya kepada Tribun, Rabu (30/5).

Menurut Evo, melemahnya nilai rupiah tidak ada sektor yang diuntungkan kecuali masyarakat atau pengusaha yang menyimpan dolarnya dalam bentuk tabungan. Penurunan yang sudah berlangsung selama tiga pekan ini, membuktikan pemerintah terkesan lamban mengambil satu kebijakan.

Akibatnya tentu berdampak pada harga kebutuhan, akhirnya yang paling merasakan dampaknya adalah konsumen. Pemerintah seharusnya bisa menjaga agar nilai rupiah tetap berada di posisi yang ideal yaitu berada di posisi 9.500, harapnya.

Ketua Importir Makanan Ringan Pontianak, Andi Anafiah, menilai melemahnya kurs rupiah akan mengakibatkan produsen atau importir membayar dengan harga yang lebih tinggi sehingga barang yang dijualkan kembali kepada konsumen harganya menjadi semakin mahal.

Halaman12
Editor: Budi Prasetyo
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas