Selasa, 25 November 2014
Tribunnews.com

Harga Daging di Lampung Masih Rp 68 Ribu

Kamis, 7 Juni 2012 08:43 WIB

Harga Daging di Lampung Masih Rp 68 Ribu
Daging sapi di swalayan

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Harga daging di pasar-pasar tradisional di Bandar Lampung masih bertahan di angka Rp 68 ribu per kg. Harga tersebut tergolong stabil jika dibandingkan rata-rata harga nasional yang mencapai Rp 94 ribu-Rp 100 ribu per kg.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian, UMKM, dan Perdagangan Provinsi Lampung Ardhy Wijaya didampingi Kepala Seksi Pasar Bidang Perdagangan Dalam Negeri Diskoperindag Hasanuddin menyebutkan, dari survei yang dilakukan di empat pasar tradisional di Bandar Lampung, ketersediaan daging sapi cukup stabil. Kermpat pasar tersebut adalah Smep, Tugu, Panjang, dan Kangkung.

"Para pedagang sapi belum mengeluhkan pasokan maupun kenaikan harga dari peternak maupun rumah potong hewan," ujar Hasanuddin, Selasa (5/6).
Diakuinya, harga tersebut memang menunjukkan peningkatan, meski tidak banyak. Minggu lalu, harga daging berkisar Rp 65 ribu- Rp 67 ribu per kg.

"Kondisi ini terus kami pantau serta kami informasikan ke Kementerian Perdagangan. Terlebih, daging termasuk komoditas yang harus selalu dipantau," tuturnya.

Kondisi berbeda ditemukan di pasar ritel, di mana harga daging
sapi melonjak 8-10 persen. Di Hypermart, misalnya, sejak sebulan lalu telah memberlakukan harga baru.

Department Manager Meat And Fish Hypermart Lampung Diki Muhammad mencontohkan, daging rendang biasa saat ini harganya Rp 84.900. Padahal, bulan lalu hanya Rp 78 ribu per kg. Kenaikan berlaku untuk seluruh jenis daging, seperti daging giling, tenderloin, terayaki, dan lain-lain.

"Kenaikan harga disebabkan sulitnya mendapatkan suplai. Terlebih, mendekati bulan puasa dan hari raya. Untuk suplai, kami memperolehnya dari Hypermart pusat (Jakarta)," ujarnya seraya mengatakan, kenaikan harga menyebabkan terjadi penurunan penjualan sekitar 20-30 persen.(anas)

Sumber: Tribun Lampung

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas