• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 18 September 2014
Tribunnews.com

Ini Alasan REI Jatim Lakukan Perlawanan

Kamis, 5 Juli 2012 17:09 WIB
Ini Alasan REI Jatim Lakukan Perlawanan
Kontan
Perumahan

Laporan Wartawan Surya, Dyan Rekohadi

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur memiliki beberapa alasan mendasar hingga mengapa mereka memilih jalur hukum untuk meninjau kembali aturan PPATK No: PER-12/1.02.1/PPATK/09/11 tentang Cara Pelaporan Transaksi bagi Penyedia Barang atau Jasa Lainnya.

Ketentuan itu menyebut, masyarakat seperti agen properti, penjual kendaraan bermotor, pedagang perhiasan, pedagang barang antik dan balai lelang bisa didenda jika tak melaporkan selama 14 hari adanya transaksi tunai minimal Rp 500 juta atau mata uang asing yang setara.

Ketua REI Jatim, Erlangga Satriagung memaparkan, aturan PPATK bertolak belakang dengan sosialisasi pendekatan aturan itu oleh PPATK sendiri pada awalnya. “Mereka bilang, mereka minta dibantu untuk melaporkan transaksi, tetapi kenapa kalau minta bantuan ada unsur hukuman dalam aturan itu,” ungkap Erlangga, Rabu malam.

Selain adanya unsur hukuman, hal mendasar yang membuat REI ambil langkah hukum adalah pertimbangan bahwa pengembang sebenarnya bukanlah lembaga yang mengurusi pengawasan. REI juga mempertanyakan batasan nominal minimal Rp 500 juta yang dipakai acuan peraturan.   

“Pengembang bukan pengawas atau penegak hukum, urusan pengembang kan membuat dan menjual rumah. Kalau jual rumah saja susah, sekarang terancam

dihukum, PPATK sendiri bagaimana kinerjanya? Ini sama saja PPATK berlindung di balik Undang-Undang,” tegas Erlangga.

GM Citraland Surabaya, Andy Sugiharjo mendukung langkah judicial review untuk menjernihkan konsep aturan itu. “Soal sanksi yang diberikan, saya rasa itu berlebihan, pengembang sudah membantu melaporkan, tapi kalau misalnya ada yang terlewat atau ketinggalan toh bisa saja terjadi,” ujar Andy.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
696621 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas